Polemik PT SBAL Terus Bergulir, Masyarakat Koto Aman Pertanyakan Isi Surat yang dikeluarkan Bupati Kampar

oleh -

Kampar, Berseripos.com – Aksi unjuk rasa masyarakat Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kampar Provinsi Riau terhadap PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) atas permasalahan HGU seluas 1500 hektare yang di klaim masyarakat Koto Aman sebagai miliknya, hingga hari ketujuh Ahad (7/4/2019) masih tetap berlangsung.

Dabson Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Ahad sore (7/4) menyampaikan, aksi hingga hari ini sudah berlangsung tujuh hari dengan jumlah massa lebih kurang 300 orang dan aksi kami tak ada batas waktu sampai ada kesepakatan antara masyarakat Koto Aman dengan PT SBAL,” ujar Dafson.

Menanggapi Surat yang dikeluarkan Bupati Kampar tertanggal 26 Maret 2019 Perihal menindaklanjuti Rapat Fasilitasi Desa Koto Aman dengan PT SBAL Dafson yang diberi kuasa oleh masyarakat Koto Aman menegaskan,

Pertama, pertemuan di Kantor Gubri yang dipimpin Wakil Gubernur Edy Natar tidak ada satu pihakpun yang mengambil keputusan dan belum ada kesepakatan sama sekali. Pertemuan tersebut hanya mendengarkan penjelasan dari semua pihak termasuk masyarakat dan Perusahaan serta diskusipun belum berlangsung, “yang kita pertanyakan Surat yang dikeluarkan Bupati kok bisa isinya hasil keputusan rapat? ,” tanya Dafson mewakili mayarakat Koto Aman.

Kedua, yang menghadiri pertemuan di Kantor Gubernur itu Sekda Kampar bukan Bupati, jadi yang menyampaikan hasil pertemuaan ini Wagubri atau Sekda ?. Kalau Sekda yang menyampaikan maka timbul pertanyaan kita apa informasi yang disampaikannya sehingga Bupati Kampar dengan cepat mengeluarkan Surat tanpa berkomunikasi ataupun pertemuan dengan perwakilan warga terlebih dulu,”

Ketiga, posisi Kades dalam surat kuasa yang dinyatakan dalam rapat itu hanya sebagai yang mengetahui bukan yang memberi kuasa dan yang memberi surat kuasa kepada saya ada beberapa orang serta sampai saat ini tak ada satu orangpun diantara mereka yang mencabutnya. Ini sudah dinyatakan langsung oleh Kades bahwa pencabutan itu atas namanya pribadi,” tegas Dafson.

Ditambahkan Dabson, Surat yang dikeluarkan Bupati ini pertama kali disampaikan Camat Tapung Hilir melalui Sekcam yang memimpin pertemuaan dengan pihak warga Koto Aman untuk menyampaikan surat dari Bupati tersebut dan kita heran seolah – olah Kapolres tidak percaya dengan telah disampaikan Surat tersebut ke masyarakat,” ungkapnya.

“Hal ini terlihat setelah beberapa hari masyarakat unjuk rasa disini datang lah Kabag Ops Polres Kampar dengan membacakan kembali Surat Bupati tersebut dan membagikan copyan ke masyarakat, ini yang membuat kita bingung,” lanjut Dafson.

Dafson menilai Pemerintah tidak serius dan tidak ada respon yang jelas untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Unjuk rasa ini berlangsung di akses jalan PT. SBAL dari Kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tepatnya di Nanjak Makmur Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir Kampar.

Penerbit: Yudha

Comment