Terkait Galian C di Kampar, Cokroaminoto: Kalau Berdampak Buruk Pada Lingkungan, Jangan Berikan Kesempatan Untuk Mereka Beroperasi

oleh -

Kampar, Berseripos.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar Ir Cokroaminoto membantah bahwa dirinya yang mengusulkan pembentukan Tim Yustisi baru untuk permasalahan penertiban Tambang Galian C dan Batu Bara kepada Bupati Kampar saat rapat di Aula Bappeda Senin (13/5) lalu.

Dirinya mengatakan bahwa sebenarnya kami dari pihak DLH hanya merekomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh tim Yustisi permasalahan Galian C, bukan pembentukan tim Yustisi.

“Tidak ada pembentukan Tim Yustisi baru, itu salah, hanya dalam berita saja,”ujarnya saat dikonfirmasi Berseripos.com, Jumat (17/5/2019) di ruangan kerjanya

Dijelaskan Cokro, pada saat rapat di Aula Bappeda tersebut, bupati pun dalam pernyataan rapat menyatakan sudah ada tim Yustisi yang Ia bentuk, malahan SK nya pun sudah dipegangnya. Tidak ada pernyataan untuk membentuk tim Yustisi yang baru di Kampar,

“Tim Yustisi ini hadir untuk Penegakan Perda, maka mereka bergerak sesuai payung hukum Penegakan Perda,” imbuhnya.

Sementara untuk Penegakan Perundang – undangan yang lain seperti permasalahan lingkungan yaitu PPNS lingkungan hidup, mengenai Pertambangan yaitu PPNS Tambang dan lainnya,” terangnya.

Cokro menerangkan, bagi Pertambangan (Galian C ) yang tidak mempunyai izin, tentu ada aturan yang mengikat seperti undang – undang 32 tahun 2009 menyatakan setiap usaha dan atau kegiatan harus mempunyai izin lingkungan,

“Misalnya Pertambangan Galian C yang beroperasi tidak mempunyai izin lingkungan berarti mereka sudah menyalahi undang – undang, berkenaan dengan itu PPNS Linkungan Hidup dan Kehutanan lah yang menertibkan dan memprosesnya,”tegasnya

Ia juga berharap kepada masyarakat pemilik lahan atau tanah serta Pemerintahan terbawah Kades dan Jajarannya serta Camat, kalau memang usaha yang akan dilaksanakan tersebut berdampak buruk bagi masyarakat baik lingkungan, jalan rusak, jembatan rusak atau lainnya jangan diberikan kesempatan untuk mereka beroperasi.”Tandasnya

Penerbit: Yudha





Comment