Polemik Dana Pensiun di PT Padasa Enam Utama Kebun Koto Kampar, Hampir 5 Bulan Tak Kunjung Cair

oleh -

Foto: Temon, mantan karyawan panen Afdeling V, PT Padasa Enam Utama Kebun Koto Kampar

Kampar, Berseripos.com – Akibat kekesalan Temon (55) mantan karyawan panen Afdeling V, PT Padasa Enam Utama Kebun Koto Kampar (Kokar) yang berlokasi di wilayah Desa Gunung Malelo kecamatan Koto Kampar Hulu, kabupaten Kampar, provinsi Riau, dirinya temui Humas PT. Padasa Enam Utama Kokar guna mempertanyakan terkait lambatnya pencairan dana pensiun.

Hal tersebut dikatakan Temon saat diwawancara oleh awak media, Selasa malam (21/5/2019).

Ia mengungkapkan, sudah hampir 5 bulan lamanya dana pensiun saya belum dikeluarkan oleh pihak perusahaan, dan tadi pagi tepatnya hari selasa tanggal 21 mei 2019 saya menghadap humas PT. Padasa Enam Utama kebun Kokar dan bertemu bapak Juliardi di ruang kerjanya untuk mempertanyakan apa kendala lambatnya dana pensiun saya hingga sekarang belum juga dicairkan,” ujar Temon menjelaskan kepada wartawan

Diceritakan Temon, Pada saat dirinya tadi menghadap pak Juliardi, pihak perusahaan masih meneliti berkas. Dan menurut pengakuan Humas perusahaan, pencairan dana pensiunnya akan berlangsung lama.

“Untuk mempertanyakan apa penyebab dana pensiun saya lama dikeluarkan padahal sudah berjalan hampir 5 bulan lamanya. Kata pak Juliardi masih dalam proses karena ada yang mau diteliti mana tahu ada kesalahan dalam berkas pensiun saya makanya harus diperbaiki lagi sehingga menunggu jangka waktu yang agak sedikit panjang,”Terang Temon meniru ucapan Humas Pt Padasa.

Lebihlanjut Mantan Karyawan Panen buah sawit itu menuturkan bahwa berkas syarat pensiunan dirinya sudah sesuai prosedur dan tidak ada kekurangan berkas,

“Saat saya menanyakan apakah berkas pensiun saya masih ada yang salah, pak juliardi mengatakan bahwa kemungkinan tidak ada masalah lagi, tetapi pak Juliardi belum bisa memastikan jangka waktunya lama atau dekat uang pensiun saya bisa dicairkan, sebab dia (Juliardi) tidak tahu karena yang mengeluarkan bukan beliau katanya kesaya tadi,”bebernya menerangkan

Dihadapan Humas perusahan perkebunan kelapa sawit, Dirinyapun juga sempat mengeluhkan biaya hidup yang semakin tinggi ditambah tidak adanya penghasilan pasca pensiun dari PT. Padasa,

“Tadi saya sampaikan kepada pak Juliardi bagaimana tindakan beliau terhadap mantan karyawannya karena yang namanya sudah pensiun dan hidup di kampung tahu sendirilah keadaannya macam mana, ditambah lagi sekarang telah mendekati lebaran kita sedikit uang pun tak ada,” keluhnya saat menghadap Humas PT Padasa

“Sejak saya pensiun 1 januari 2019 kemarin artinya sudah mendekati 5 bulan lamanya dan uang pensiun itulah yang kami harapkan satu- satunya guna memenuhi kebutuhan hidup sehari- harinya bersama keluarga, sebab sejak pensiun kerja saya mocok – mocok terkadang ada dan terkadang tidak ada alias menganggur gimana untuk kelangsungan hidup kami kalah seperti itu,” sambung Temon.

Ia Juga berharap kiranya pemegang kebijakan perusahaan perkebunan itu untuk memperhatikan nasib mantan karyawan seperti dirinya,

“Saya sangat berharap dan memohon kebijakan pak Juliardi agar uang pensiun saya segera dikeluarkan oleh pihak perusahaan karena pak Juliardi kan termasuk pimpinan di Pt. Padasa karena saya sangat membutuhkan dana pensiun tersebut, sebab saya sudah tidak mempunyai uang lagi dan sementara saya tidak memiliki harta seperti tanah perkebunan sawit ataupun karet serta juga rumah,”ungkap Temon dengan nada yang sedih

Hingga berita ini diterbitkan, Humas PT. Padasa Enam Utama kebun Kokar tidak bisa dihubungi saat hendak dikonfirmasi oleh awak media melalui via selularnya.**





Comment