Putus Kontrak ditahun 2017 dan Sempat Tuai Kritikan Dari Warga, Proyek Pengaspalan Jalan di Desa Tanjung Akan dikerjakan 2019

oleh -

KAMPAR, Berseripos.com – Guna menindaklanjuti keluhan warga desa Tanjung terkait keberadaan Proyek Pengaspalan Jalan yang Diduga Mangkrak alias terhenti pekerjaannya sejak tahun 2017 lalu dimana sangat berdampak Negatif dirasakan oleh warga setempat selama ini, terutama bagi warga Dusun III dan Dusun VI desa Tanjung yang mana selama ini mereka bertahun – tahun lamanya setiap masuk musim panas warga sekitar sudah dipastikan menjadi langganan menghirup debu yang ditimbulkan dari proyek pengaspalan jalan yang terbengkalai tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan PUPR Kabupaten Kampar, Hanip mengatakan bahwa Kalau proyek pengaspalan jalan di Desa Tanjung itu ditahun 2017 proyek tersebut terjadi putus Kontrak serta ditahun 2019 dianggarkan kembali serta sudah masuk DPA. Dimana proses kerja sudah berjalan dan mungkin dalam 1 atau 2 hari ini akan dilakukan pengaspalan, ujarnya saat dikonfirmasi di bangkinang. Kamis (5/9/2019).


Hanip menyebutkan, Sekarang ini Kontrak baru dalam DPA baru dan bukan Mangkrak, akan tetapi 2017 putus Kontrak. Dimana dalam aturannya boleh tetapi hal yang terburuk kalau bisa jangan terjadi.”Sebutnya

Artinya pejabat pembuat komitmen ( PPK ) harus membimbing serta mengarahkan untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau Kontraktor itu tidak Profesional, keterbatasan material, keterbatasan alat serta apa lagi keterbatasan Finansial artinya tidak mampu.”Tambahnya

“Kami dari pihak pengguna barang jasa dalam hal itu boleh memutuskan kontrak setelah melakukan proses- proses peringatan 1 hingga peringatan 3 sampai putus Kontrak dan Konsekuensi perusahaan di BlackList masuk daftar hitam selama 2 tahun tidak boleh mengikuti proses pelelangan,” ucapnya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya, Setelah di Finishing Base A nya tentu butuh waktu Konsolidasi proses pemadatan, diuji dengan Kuantitasnya.

“Kalau sudah oke dan telah diizinkan oleh PPK nya lalu di Printcurt ( TER ) atau perekat aspal diatasnya dan kalau gak salah besok sudah diaspal itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Dusun III dan Dusun VI Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau mengeluhkan keberadaan Proyek Pengaspalan yang diduga Mangkrak sejak tahun 2017 lalu dan kembali dikerjakan dalam beberapa bulan belakangan ini ditahun 2019 tetapi tak kunjung juga selesai dikerjakan dikarenakan pelaksanaan pekerjaannya kembali terhenti.

Informasi yang didapat dari warga setempat bahwa proyek pengaspalan tersebut dikabarkan diduga proyek mangkrak tahun 2017 lalu dimana kala itu pekerjaan pada proyek itu cuma sampai hanya tahap pengerasan lalu terhenti dan lalu kembali dikerjakan ditahun 2019, namun pelaksanaan pengerjaannya kembali lagi berhenti.

Akibat keberadaan proyek pengaspalan yang diduga Proyek Mangkrak tersebut terpaksa warga sekitar harus menghirup debu setiap harinya terlebih – lebih musim kemarau saat sekarang ini.

Ironisnya lagi, warga setempat tidak mengetahui proyek pengaspalan tersebut berasal dari mana dan berapa besar Nilai Kontraknya. Pasalnya, Dilokasi proyek itu tidak ada tanda- tanda dipasangnya papan informasi atau Plang Proyek.

“Setahu kami proyek pengaspalan ini dulu dikerjakan pada tahun 2017 lalu dimana pekerjaannya pada waktu itu cuma sampai tahap pengerasan saja tetapi beberapa bulan belakangan ini sepertinya terlihat ada tanda – tanda mau kembali dikerjakan, Namun sudah hampir sepekan ini kok kembali berhenti pelaksanaan pekerjaannya, Ungkap salah seorang warga Dusun VI Desa Tanjung, Pili ( 48) di lokasi proyek, Selasa (3/9/2019).

“Kami tidak tahu tetapi intinya kami sebagai warga yang berdekatan dengan proyek pengaspalan jalan tersebut sangat mengeluhkan akibat debu yang ditimbulkan dari pengerasan jalan itu, sehingga debunya sebagian masuk kerumah – rumah terlebih- lebih musim kemarau saat sekarang ini.”Bebernya dengan nada kesal

Dikatakannya, Awalnya kami merasa senang karena beberapa bulan belakangan ini terlihat tanda – tanda kembali mau dikerjakan tetapi hampir dalam sepekan ini kok kembali berhenti pelaksanaan pekerjaannya.**


Comment