Terkait Polemik Dana PIP di Sekolah, Kepsek: yang Mencairkan Operator Saya dan Guru

oleh -

LAMPUNG UTARA, Berseripos.com – Terkait adanya aksi para wali murid beberapa waktu lalu geruduk gedung Sekolah Dasar (SD) guna menagih janji pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2018. yang diduga “ditilap” oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri Kembang Gading, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara.

Menanggapi tuntutan dari wali murid itu, Kepsek dimaksud berdalih bahwasanya Ia tidak mengetahui apa-apa tentang realisasi dana PIP tersebut dan iapun tidak memiliki datanya.



“Untuk urusan itu, yang mencairkannya operator saya yang bernama Dimas dan guru ibu lena,” kilahnya saat diwawancarai wartawan. Senin (25/11/2019).

Diberitakan sebelumnya, Santi dan ratusan Wali Murid lainnya mengatakan kepada awak media. bahwa penyaluran dana PIP Tahun 2018, belum sama sekali diberikan oleh pihak sekolah serta dana bantuan PIP di tahun 2019, sebanyak 34 siswa belum juga di bayarkan. Senin (18/11/2019) yang lalu.

Ironisnya buku tabungan wali murid di nyatakan hilang oleh kepala sekolah, “Kami sudah berulang ulang kali menanyakanya dan sudah dimediasi oleh Komite dan Kepala Desa namun tetap nihil hasilnya,” cetusnya. Senin (18/11/2019) yang lalu.

Ditempat yang sama dikatakan Cik Umar selaku komite SD bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan apapun salah satunya program PIP.

Senada dikatakan Muhammad sa’i komite SMP permasalahan penyaluran dana PIP Baik SD maupun SMP sudah lama terjadi dan sempat dimediasi oleh pihak inspektorat, diknas UPTD. “Namun permasalahan ini memuncak sehingga ratusan wali murid geruduk sekolahan,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Junaidi selaku kepsek SD Kembang Gading mengatakan pihaknya berjanji akan membayar seluruh dana tersebut pada besok Selasa 26 Nopember 2019. “Besok akan saya bayar semua,” kelitnya.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan setempat Akwan Hadi mengatakan, pihaknya sudah 4 kali memediasi dan mengingatkan untuk membayar dana PIP untuk yang tahun 2019.

“Saya sudah beberapa kali mengingatkan dia untuk membayarkan dana PIP untuk tahun 2019 yang belum terealisasi, namun untuk yang 2018 saya tidak tau, karena saat itu saya belum menjabat disini,” ujar Akwan kepada media diruangan dinasnya.

Ditempat terpisah, kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kecamatan Abung Selatan Utami mengatakan pihaknya sudah turun ke sekolah serta memfasilitasi untuk mediasi permasalahan tersebut namun kepala sekolah nya tidak hadir.

“Pada saat itu, saya bersama inspektorat Irban 1 sudah memediasi. Tapi kepsek dimaksud justru tidak hadir, diteleponpun diangkat bahkan sampai saat ini belum ada kabarnya.” Kata Utami.** (Msi)



Comment