Kejari Kampar: Kita Akan Tindak Lanjut Jika Itu Tidak Benar

oleh -

KAMPAR, Berseripos.com – Terkait dengan “Tudingan pemerasan” oleh salahsatu keluarga terdakwa dengan kasus narkotika kepada oknum jaksa di Kejaksaan Negeri Kampar, mendapat tanggapan serius dari Kepala Kejaksaan Negeri Kampar Suhendri SH,MH.

Ia menilai tudingan yang dilontarkan oleh pihak keluarga terdakwa adalah hal yang tidak benar.


Suhendri menjelaskan bahwa dirinya sudah membaca kabar tersebut sehingga dirinya mencoba mengverifikasi kepada jaksa yang bersangkutan melalui Kasi Intel dan Kasi Pidum terhadap peristiwa yang sebenarnya, dan informasi yang diterima bahwa tudingan itu tidak benar adanya.

“Bisa saya nyatakan bahwa tudingan pemerasan yang ditujukan kepada Jaksa itu tidak lah benar.” Ujar Suhendri dengan tegas kepada berseripos.com saat di jumpai diruangan kerjanya. Selasa (4/02/2020).

Suhendri yang didampingi oleh Kasi Intel Silvanus Ritoa Simanulang juga menceritakan kronologis kejadian itu secara gamblang, ia menilai Tudingan itu tidak berdasar,

“Pertama, tidak ada janji atau kesepakatan pertemuan yang direncanakan antara Jaksa dengan keluarga siterdakwa. Awal mula kejadiannya saat itu Jaksa yang bersangkutan pulang kerumah neneknya, namun ia (Jaksa) terkejut tiba-tiba ada ibu-ibu menemuinya bersama anaknya. Sontak jaksa kaget dan lantas menanyakan identitas ibu tersebut. Jaksa baru menyadari ketika ibu tersebut mengakui bahwa dirinya merupakan istri tersangka yang sudah tahap II di Kejaksaan yang berinisial (A),” terang Suhendri.

Lebih lanjut, Suhendri memaparkan bahwa dalam posisi yang tak disangka itu sang Istri berupaya untuk meminta bantuan kepada Jaksa sambil menangis, namun si_Jaksa mencoba membawa keluar dengan cara baik-baik.

“Itu fakta yang terjadi. memang tidak ada kesepakan ataupun janji untuk bertemu.” ulasnya kembali.

Ia juga menduga bahwa pihak keluarga yang bersangkutan telah membuntuti si _Jaksa hingga sampai kekediaman neneknya tanpa disadari oleh si_jaksa tersebut, sebab tanpa rencana tiba-tiba istri tersangka mengetahui rencana jaksa ingin ke kediaman neneknya.

“Entah darimana bisa muncul, mungkin bisa diikutin, ntah dibuntuti kita tidak tau, yang jelas kok dia bisa tau rumah itu,” bebernya

bicara persoalan uang, sambung Suhendri, dirinya menegaskan bahwa tidak ada permintaan uang untuk si A ataupun si B, sebab tidak ada perbincangan yang menjurus keperihal tersebut.

“Jaksa tidak ada sama sekali menawarkan untuk membantu tersangka itu, apalagi dengan imbalan berupa uang,” sebutnya

Suhendri menilai tudingan yang dilontarkan kepada Jaksa tersebut sama sekali tidak benar dan sangat merugikan, padahal Jaksa yang bersangkutan menyarankan agar sitersangka koperatif dalam persidangan.

“Cukup jujur bicara didepan sidang dan jangan berbohong,” katanya

Saat ini, sambung Suhendri, dirinya masih menunggu proses perkembangan dari tudingan yang membidik salahsatu Jaksa yang ada di Kejaksaan Negeri Kampar, yang jelas untuk sekarang kami mencoba mengklarifikasi yang ada dimasyarakat agar tidak terjadi pemahaman bahwa kami mencoba meminta uang.

“Terkait dengan persoalan tersebut, kami sudah melaporkan kepada pihak pimpinan di Kejaksaan Tinggi, Kita mempercayai dalam bidang pengawasan untuk melakukan verifikasi terhadap jaksa kami, dan mungkin seluruh pihak juga akan dilakukan hal yang sama,

“Untuk selanjutkan kita masih melihat perkembangan pemeriksaan termasuk sikap jaksanya, sebab yang paling dirugikan adalah si_jaksa tersebut, apabila itu tidak benar kita akan mengambil tindakan selanjutnya.” Pungkasnya.**(YD)


Comment