Jabatan Kapus XIII Koto Kampar 1 Batu Bersurat Mengalami Kekosongan

oleh -

KAMPAR, Berseripos.com – Beredarnya kabar kekosongan kursi jabatan Kepala Puskesmas XIII Koto Kampar 1 Batu Besurat yang terletak Dikecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, mendapat sorotan dari media.

Menurut keterangan dari bagian Tata Usaha (TU) Puskesmas XIII Koto Kampar 1 Batu Bersurat, Yusni Wati, bahwa hal tersebut memang benar adanya. Hal itu dikarenakan Kepala Puskesmas yang lama telah non aktif pertanggal 31 januari tahun 2020.


“Kepala Puskesmas yang lama per tanggal 31 januari tahun 2020 sudah Non Aktif disebabkan telah Pensiun dan mulai tanggal 1 Februari. hingga sekarang Puskesmas kita belum ada sama sekali pengganti Kapusnya, tetapi saya telefon itu katanya sudah ada Pelaksana Hariannya tapi PLH sampai saat ini belum ada sampai disini. begitulah informasinya pak,” ujar Yusni kepada pewarta. Senin (10/02/2020).

Yusni juga menjelaskan bahwa kekosongan tersebut tidak terlalu berpengaruh pada pelayanan pada Puskesmas, namun dirinya juga masih menunggu Pelaksanan Harian untuk segera masuk, walaupun ia beriniiatif sendiri untuk mengambil alih sementara tanpa ada surat tertulis,

“Walaupun Kapus tidak ada, kita tetap berjalan, dan alhamdulilah semua berjalan lancar. Jadi saya selaku TU meskipun tidak ada penugasan saya mengambil sebagai koordinator didalam dipuskesmas XIII Koto Kampar 1 ini untuk mengambil alih dulu sementara walaupun belum ada secara tertulisnya, akan tetapi kita sudah konfirmasi kebagian UP katanya sudah ada PLH nya namun sampai saat ini memang masih belum ada sampai disini,” bebernya

Menurut Yusni, ia sangat berharap kepala Puskesmas secepatnya Defenitif walaupun saat ini masih PLH, sebab hal tersebut berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil oleh pihak Puskesmas.

“Mungkin kendalanya disitu aja pak, masalah kebijakan. Saya berharap secepat mungkin walaupun belum ada Kapus yang di Defenitifkan setidaknya PLH nya sudah ada masuk disini, dari dinas katanya sudah ada tapi sampai saat ini kami belum ada mendapatkan,” pintanya

lebih lanjut, Yusni juga mengatakan ada hal- hal tertentu yang harus memang kepala Puskesmas yang mengambil keputusan, sebab dirinya tidak bisa lebih jauh dalam persoalan kebijakan.

“Secara Administrasi misalnya yang sifatnya laporan saya yang menghendelnya, akan tetapi kalau masalah keuangan bukan wewenang saya dimana itu wewenang Kapus pungkasnya.**


Comment