DKP Provinsi Lampung Kembalikan Kejayaan Sumber Daya Ikan Melalui Restocking

oleh -

LAMPUNG, Berseripos.com – Tingginya jumlah limbah domestik, limbah industri, pendangkalan akibat erosi sisa penebangan liar, penangkapan ikan intensif tidak ramah lingkungan, serta sumber daya pakan maupun relung ekologis yang menurun, telah mengakibatkan penurunan kualitas daya dukung lahan di perairan umum daratan khususnya sungai.

Dampak negatif terbesar yang timbul yaitu penurunan populasi terhadap kondisi biota perairan khususnya ikan. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya pemulihan terutama yang produktivitasnya mengalami penurunan melalui penebaran kembali ikan/restocking, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan ikan khususnya ikan endemik / asli yang ada di perairan tersebut.


Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung pada tahun 2019 telah mengidentifikasi indikasi-indikasi kerusakan di sepanjang daerah aliran Sungai Way Sekampung Kabupaten Lampung Selatan.

Untuk itu pada tahun 2020, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung telah melakukan upaya pencegahan penurunan sumber daya ikan, melalui kegiatan penebaran kembali ikan/restocking, di Sungai Way Sekampung Kabupaten Lampung Selatan,. Kegiatan dipusatkan bersama masyarakat di Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan, hari Kamis 27 Februari 2020.

Sutaryono, A.Pi mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana, ST., MT menjelaskan bahwa penebaran benih ikan di perairan umum daratan pada umumnya ditujukan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan atau memperbaiki populasi ikan karena populasi ikan di perairan tersebut menurun.

Penebaran benih ikan juga dimaksudkan untuk memperbaiki kuantitas dan kualitas stok ikan yang memijah sehingga memperbaiki potensi reproduksi alaminya. Dengan demikian, jika potensi reproduksi alami tersebut berhasil diperbaiki maka dampak penebaran ikan akan berlangsung lama sehingga tidak perlu dilakukan penebaran berulang-ulang.
Penebaran benih ikan yang sudah lama dilakukan di perairan umum daratan Indonesia adalah penebaran dan atau introduksi ikan. Paradigma lama, kegiatan pengkayaan stok ikan tersebut umumnya dilakukan tanpa didasari pertimbangan ilmiah yang memadai dan tidak pernah dilakukan monitoring akan keberhasilan ataupun kegagalannya.

Untuk itu perlu perubahan besar, baik dari cara pandang pemerintah, masyarakat maupun pemangku kepentingan/stakeholder lainnya dalam sebuah paradigma baru, pertimbangan ilmiah yang memadai menjadi dasar utama sebelum dilakukan penebaran atau introduksi ikan dan harus dilakukan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau kegagalan program.

“Untuk itulah, kami bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Langgeng Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan, akan terus memantau perkembangan dan pemanfaatan dari kegiatan penebaran benih ikan/restocking ini” lanjut Sutaryono.

Sebagai negara perikanan yang telah mengadopsi Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) dalam tata kelola perikanannya, Indonesia memiliki fungsi dan peran strategis dalam mempercepat proses peningkatan pemulihan sumberdaya ikan melalui strategi penebaran benih ikan di kawasan perairan Indonesia.

Upaya penebaran benih ikan ini tidak hanya ditujukan dalam kerangka rehabilitasi lingkungan sumberdaya ikan dan lingkungannya, namun juga untuk mempercepat laju peningkatan cadangan sumberdaya ikan dalam upaya peningkatan kinerja perikanan tangkap berkelanjutan khususnya di perairan umum daratan.

Agus Sutanto mewakili masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Gubernur Lampung bapak Ir. Hi. Arinal Djunadi yang telah sudi memberikan perhatian khusus ke Kabupaten Lampung Selatan. Semoga sinergi provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan kedepan lebih seiring, sejalan dan saling menopang satu sama lain serta menjadi lebih baik dari hari ini. (*)

Editor: Syahrial


Comment