Kapolres Pelalawan Akan Lakukan Penyidikan Terkait Dugaan SPBU yang “Nakal”

oleh -

RIAU, Berseripos.com – Terkait dengan dugaan 14.284.633 diduga SPBU Nakal yang berlokasikan Jl Lintas Timur, Kerinci Kabupaten Pelalawan, sebagaimana yang telah diunggah media ini dan beberapa media Lokal dan Nasional edisi lalu.

Tindakan dugaan penjualan BBM bersubsidi kepada masyarakat dengan menggunakan Jerigen, yang diduga dilakukan 14.284.633 SPBU Nakal, oknum dan atau SPBU tersebut diduga tabrak dan atau diduga langgar Undang-Undang No 22 Tahun 2001tentang Minyak dan Gas Bumi pasal 23 dan pasal 55.



Namun apakah oknum pelaku 14.284.633 yang diduga merupakan SPBU Nakal ,dapat dijerat Pidana?

Perlu diketahui, sebagaimana bunyi pasal 23 poin (b) yang berbunyi : ” Pengangkutan sebagaimana dimaksud pasal 23 tanpa izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan Pidana paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp 40 Miliyar.

Sementara pasal 55 berbunyi: ” Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan atau/Niaga Bahan Bakar Minyak yang bersubsidi Pemerintah di Pidana dengan pidan penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda maksimal Rp 60 Miliyar.”

Sementara itu, Kapolres Pelalawan, AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK saat dikonfirmasi pewarta melalui Telepone selulernya mengatakan, Bahwa dirinya tidak mengetahui SPBU mana yang melakukan dugaan tersebut, namun dirinya akan segera berkordinasi untuk melakukan penyidikan.

“SPBU mana tuh ?, Saya akan lakukan Penyidikan dan akan berkoordinasi dengan pihak Pertama,” Jelas Muhammad Hasyim. Minggu (1/03/2020).**

Editor: IS



Comment