Objek Wisata Lubang Kolam Tidak Terurus, Kejari Kampar Minta Dinas Terkait Untuk Kembangkan

oleh -
Foto: Kejari Kampar, Suhendri dan Pimpinan Redaksi Berseripos.com di Lokasi Lubang Kolam

KAMPAR, Berseripos.com – Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk dapat menghibur diri dalam mengisi waktu luang. Mulai dari traveling ke pantai atau tempat wisata lainnya. Cara sederhana tersebut diyakini bisa menghilangkan rasa jenuh, bosan hingga stres karna aktifitas pekerjaan yang menumpuk di Kantor.

Tak jarang, berwisata dan traveling juga merupakan hobby yang saat ini digandrungi oleh masyarakat pada umumnya.


Banyak wisata menjadi pilihan sesuai dengan yang diinginkan.

Nah, kali ini berseripos.com sedikit mengulas tentang objek wisata yang bersejarah, yakni Lubang Kolam (Lubang/terowongan Gelap) yang berlokasi di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Konon Kabarnya Lubang kolam merupakan objek wisata yang sangat bersejarah. Sejarah Imperialisme dalam mempertahankan NKRI di Kampar dan sejarah Transportasi di Pulau Sumatera (Riau dan Sumbar) yang saat itu masih bernama Sumatera Tengah.

Namun, melihat kondisi sekarang, objek wisata Lubang Kolam terlihat kurang terurus, banyaknya semak belukar membuat wisata ini kurang di minati para pengunjung.

Lubang Kolam (terowongan) di bangun di zaman Penjajahan Belanda yaitu pada tahun 1929. Sejak pembangunan PLTA Koto panjang, kini Lubang kolam tidak lagi dipakai untuk akses jalan menuju sumatera Barat. Jalan akses ke Lubang Kolam juga sempat melewati sejumlah Desa-desa yang dulunya pernah ada, semenjak berdirinya PLTA Koto Panjang Desa-desa itu sengaja di tenggelamkan untuk pembangunan Waduk yang besar tersebut. Desa-desa yang ditenggelamkan dipindahkan ke wilayah-wilayah di Kabupaten Kampar.

Perlunya perhatian Pemerintah juga merupakan metode yang sangat strategis dalam mengembangkan wisata yang bersejarah tersebut, sehingga wisatawan dapat mengenal sejarah dan objeknya sebagai salahsatu peninggalan sejarah.

“Objek wisata ini sangat bagus apabila dikembangkan dengan baik. Ditata manajemen pengelolaannya dengan dibantu oleh Dinas terkait mungkin ini akan berkembang, mengingkat ini objek wisata yang mempunyai nilai sejarah,” Kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar, Suhendri didampinggi Kepala Desa Merangin saat diwawancara di Lokasi Lubang Kolam. Sabtu (14/3/2020).

Menurutnya, Ia sangat mendukung apabila Kepala Desa setempat untuk mengembangkan wisata yang ada disini, sebab ini salahsatu potensi yang dimiliki oleh Desa. Oleh karena itu memanfaatkan potensi Desa merupakan salahsatu cara untuk meningkatkan ekonomi masyarakat termasuk PAD.

“Wisata ini sangat bagus. Pemandangan alam serta tebing-tebing yang tinggi salahsatu sajian yang sangat menarik. Saya dukung ini untuk dikembangkan,” sebutnya Suhendri

Ia juga menyarankan agar Kepala Desa setempat untuk saling berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk mengembangkan wisata. ” Sayang apabila ini tidak dikembangkan, wisata ini mempunyai situs bersejarah, apabila tidak dikembangkan akan habis dimakan waktu,” bebernya

Sementara itu, Kepala Desa Merangin Yenfernizal mengatakan bahwa dirinya saat ini telah berupaya untuk mengembangkan wisata Lubang Kolam, namun apabila tidak ada dukungan oleh pemerintah tidak lah efektif.

“Upaya pengembangan sudah lama kita lakukan, namun hanya sebatas kemampuan saja. Saat ini dan yang akan datang kita akan terus tingkatkan, mungkin berkoordinasi dengan pihak Dinas terkait.” Pungkasnya** (Yudha)


Comment