Sektor Pariwisata di Kampar Riau “Lumpuh”, Kerugian Capai Miliaran

oleh -
Kepala Dinas Pariwisata Kampar, Zulia Dharma .

KAMPAR, Berseripos.com – Wabah Covid-19 nampaknya membuat perputaran perekonomian semakin lama kian lesu. akibatnya, banyak sektor potensial yang terkena imbas sehingga langsung dirasakan oleh masyarakat, salahsatunya sektor Pariwisata.

Dikabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pariwisata merupakan salahsatu sektor yang sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian dimasyarakat. Bahkan, digadang-gadang pariwisata merupakan tempat bersandarnya hidup sebagian masyarakat khususnya di Kabupaten Kampar.


Destinasi-destinasi wisata yang beragam disajikan membuat para wisatawan ingin berkunjung tanpa henti dan berharap perputaran uang dapat memberikan secerca cahaya bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Pariwisata.

Namun, pandemi corona Covid-19 mengubah segalanya.

Semenjak dikeluarkannya instruksi menjaga jarak sosial (Social Distancing) ataupun jarak fisik (physical distancing) untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penyebaran Covid-19, sektor pariwisata menjadi sangat lesu.

Kini, sektor Pariwisata sengaja ditutup atau dilumpuhkan, hal itu sesuai dengan surat edaran Bapak Bupati Kampar Nomor : 556/DPK-PP/2020/205.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, sebelum ditutupnya Destinasi wisata dan fasilitas hiburan lainnya pada tanggal 23 maret 2020, Pariwisata Kampar mengalami penurunan 81% dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Sebelum Tanggal 23 Maret 2020 Destinasi Wisata masih menerima kunjungan sebagaimana biasanya, dengan terjadi penurunan angka kunjungan mencapai 81% dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kampar, Zulia Dharma Pada Berseripos.com, Selasa malam (8/4/2020).

Ia menjelaskan, wabah Covid-19 sangatlah berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan ke Kampar. Sehingga penurunan angka sangat signifikan.

“Kunjungan pada Bulan Maret 2019 berjumlah 82.880 orang dengan perputaran uang Rp 3.882.850.000, sementara itu jumlah kunjungan pada Bulan Maret 2020 sebelum tanggal 23 Maret berjumlah 15.613 orang dengan perputaran uang sekitar Rp 737.741.500,” sebut Zulia.

Dari angka tersebut, sambung Zulia, perbandingan sangatlah jauh berbeda dari tahun sebelumnnya. Perbandingan persentase menyebabkan kerugian dalam skala besar di masyarakat. Dan itu mencapai miliaran.

“Terjadi penurunan angka kunjungan sebesar 67.267 orang dengan kerugian masyarakat diperkirakan sebesar Rp 3.145.108.500 selama Bulan Maret 2020,” Jelas Zulia Dharma.**(YD).


Comment