Sebanyak 206 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bangkinang Dapat Asimilasi, BAPAS Lakukan Pengawasan

oleh -
Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Bangkinang, Sutarno.

KAMPAR, Berseripos.com, Pengeluaran warga binaan melalui Asimilasi yang bertujuan untuk menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan lembaga pemasyarakatan diharapkan
dapat memutuskan mata rantai wabah covid-19.

Salah satunya di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Bangkinang. Pengeluaran narapidana juga tentu menjadi tantangan baru bagi pihak Lapas dalam mengawasi warga binaan yang sudah mendapat Asimilasi.

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang, Sutarno mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian, Kejaksaan Negeri dan Balai Pemasyarakatan untuk melakukan pembinaan serta pengawasan kepada warga binaan yang telah mendapat Asimilasi.

“Sampai hari ini warga binaan yang mendapat Asimilasi sebanyak 206 orang, untuk pembinaan dan pengawasannya dilakukan langsung olah Balai Pemasyarakatan (Bapas),” ujarnya pada berseripos.com, di ruangan kerjanya, Rabu (15/4/2020).

“Mereka diluar bukan bebas tapi tetap menjalani pidana, hanya saja ditempat yang berbeda. Pengawasan dan pembinaan masih terus dilakukan oleh Balai pemasyarakatan,” bebernya.

Sutarno juga mengakui bahwa ada sejumlah warga binaaan yang berdomisili di luar Bangkinang, hal itu membuat Bapas lebih extra melakukan pengawasan mengingat jumlah petugas Bapas hanya sedikit.

Ia juga menghimbau pada seluruh warga binaan agar tindak melakukan tindakan yang diluar jalur apalagi melakukan tindakan pidana, mengingat Asimilasi diberikan bukan untuk dibebaskan, hanya saja ditempat yang berbeda.

“Kalau melakukan tindakan pidana berarti dua kali menjalani hukuman,”tegas Sutarno.

Menanggapi hal tersebut, ia menyarankan agar semua pihak tidak menyebarkan informasi yang membuat ketakutan ditengah masyarakat, sebab Asimilasi diberikan bertujuan meminimalisir dampak penyebaran virus-19.

“Jangan sampai memberikan informasi yang berlebihan sehingga membuat masyarakat takut.” pungkasnya

Untuk diketahui, Pengeluaran tahanan negara melalui Asimilasi tentunya mempunyai tantangan baru bagi aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat. diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mengawasi mereka.*(YD)

Comment