Kondisi Rusak Parah, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau Minta Dinas PUPR Segera Perbaiki jalan Sontang Duri – Rohul

oleh -

ROKAN HULU, Berseripos.com – Kondisi yang sangat memperihatinkan terlihat di ruas jalan raya Sontang Duri-Rohul tepatnya di Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Selain digenangi Banjir, badan jalan ini rusak parah, putus bahkan sudah tidak bisa dilalui kendaraan, Selasa (5/5/2020).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Riau menyampaikan bahwa jalan tersebut sudah dianggarkan di APBD Provinsi Riau tahun 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), Ia mempertanyakan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau dan meminta agar segera melakukan perbaikan dan kapan pekerjaan bisa dilaksanakan.



Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau melalui Bagian Perencanaa Bina Marga Teza Darsa membenarkan anggaran untuk ruas jalan raya sontang duri – rohul ini memang sudah dianggarkan di APBD Provinsi Riau melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, Anngarannya berkisar lebih kurang 26 Miliyar, Namun ia mengatakan bahwa anggaran tersebut dicancel dan tidak dapat dicairkan karna kewenangan pusat dana DAK di alihkan pusat untuk kebutuhan COVID-19.

“Kami sangat peduli dengan ruas jalan itu makanya kami masukkan dana DAK agar dapat dianggarkan dengan nilai anggaran dana yang besar, makanya sampai 26M lebih itu, namun karna wabah corona dan musibah ini dicancel jadinya, kita sudah sangat berusaha, namun Pada saat itu kita masih dalam proses pelelangan semuanya, dan pada saat itu juga keluarkan peraturan apabila belum terkontrak maka anggaran DAK tidak dapat dicairkan oleh pusat, jadi sekarang ini kita tidak ada kegiatan disana,” jelas Tesa

Sementara itu, H. Syafaruddin Poti menegaskan “jika memang anggaran tidak ada dan pekerjaan tidak dapat dilaksanakan, kita berharap Dinas PUPR Riau untuk melakukan pemeliharaan rutin dan mencari alternatif lain agar jalan ini segera pulih, secepatnya dan kapan bisa nya? karna sangat berpengaruh bagi masyarakat banyak,” pungkas Poti mempertanyakan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Tesa mengungkapkan bahwa untuk pemeliharaan nanti baru bisa dilakukan kalau banjirnya sudah selesai,

“Kita akan coba usahakan secepatnya mekanismenya, kita juga akan cari alternatif untuk memperbaikinya, nanti kita juga akan komunikasikan lansung dengan Kepala dinas, untuk saat ini kita hanya bisa menunggu banjirnya selesai, gak bisa apa-apa walaupun adapun dananya, namun tetap kita akan cari mekanisme untuk tangani secepatnya,” jelas Tesa.

Sementara itu, Syafaruddin Poti juga menghimbau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu agar segera melakukan pengecekan karna dugaan terjadinya banjir disebabkan oleh tembok bendungan atau kanal air yang dibuat oleh perusahaan-perusahan tempatan untuk membatasi air yang masuk ke areal perkebunannnya.

Disisi lain, Suparno kadis DLH Rohul saat dikonfirmasi mengatakan bahwa memang diduga penyebab banjirnya itu disebabkan oleh kanal-kanal air milik beberapa perusahaan tempatan, sehingga menghalangi air untuk masuk dan menyebar ke sisi hilir, volume air lebih besar dari luas area yang dilalui, lanjut ia menyampaikan bahwa kanal air perusahaan ini tidak masuk dalam kajian amdal sewaktu kepengurusan dokumen amdal dulu.

“Seharusnya setiap perusahaan sewaktu melakukan kepengurusan dokumen amdal, kalau mau melakukan pembuatan kanal itu seharusnya dimasukin didalam itemnya, namun sejauh yang saya ketahui, namun belum saya pelajari secara keseluruhan karna saya masih baru di DLH, saya cek dalam amdal nya tidak ada item untuk pembuatan kanal. dan memang harus di kaji ulang dan di evaluasi lagi, apakah sudah masuk dalam kajian atau belum, saya rasa belum, seharusnya pihak perusahaan memberi tahu ke DLH agar dapat dilakukan pembinaan”, beber kadis DLH Rohul ini.

“Kami akan segera menindaklanjuti, dan segera melakukan pengecekan ke lokasi areal untuk dilakukan evaluasi dan kajian ulang lebih lanjut terhadap kanal air perusahaan ini, dan kami akan panggil dan komunikasikan lansung dengan pihak perusahaan untuk membahas itu, besok pagi kami akan perintahkan staf dan tim dan segera mencari waktu dalam minggu ini untuk turun,” tutupnya.**

(Tarmizi)



Comment