Ironis, Jalan di Bandur Picak Kampar Riau Seperti “Kolam Pancing”, Warga Minta perbaikan

oleh -
Akses jalan di Desa Bandur Picak tepatnya Dusun III dan V yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Rohul.

KAMPAR, Berseripos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, dalam hal ini Dinas PUPR diharapkan mencarikan solusi serta memperbaiki akses jalan di Desa Bandur Picak tepatnya Dusun III dan V yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Rohul, mengingat kondisinya sudah cukup parah, sehingga sulit dilalui oleh kendaraan roda Dua maupun roda Empat.

Saat ini, ada lebih kurang 7 km jalan darat di Desa Bandur Picak yang menghubungkan Kampar dan Rohul yang menjadi kewenangan Pemprov Riau kondisinya sudah sangat memperihatinkan, bahkan jika memasuki musim hujan, jalan tersebut tidak ada bedanya dengan “kolam pancing” yang penuh dengan lumpur dan air.


Hafnipal, salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Koto Kampar Hulu yang juga merupakan putra asli kelahiran Bandur Picak mengatakan bahwa dirinya sangat berharap agar Pemerintah Provinsi Riau mencarikan solusi serta memperbaiki jalan yang rusak tersebut, sebab jalan tersebut merupakan salahsatu akses yang digunakan oleh masyarakat sekitar.

“Kita berharap agar Pemprov Riau dalam hal ini Dinas PUPR agar memperbaiki lebih kurang 7 Km jalan rusak parah di Desa Bandur Picak, sebab jalan tersebut merupakan akses bagi ratusan masyarakat serta menjadi jalan satu-satunya yang dilewati siang dan malam oleh masyarakat,” ujar Hafnipal pada berseripos.com, Senin (18/5/2020).

Hafnipal, tokoh pemuda Kecamatan Koto Kampar Hulu

Menurut Hafnipal, pemerintah hendaknya mencarikan solusi agar persoalan ini bisa direalisasikan secepatnya, sehingga masyarakat tidak lagi bertarung dengan lumpur apabila melewati jalan tersebut. Apalagi jalan tersebut merupakan salahsatu akses yang dilewati oleh warga untuk menjual hasil pertanian maupun perkebunan.

“Mudah-mudahan Pemerintah mengakomodir keinginan masyarakat untuk memperbaiki jalan itu secepatnya, sebab ini berkaitan dengan perputaran ekonomi warga setempat,” sebutnya.

Terkait hal itu, pemerintah hendaknya merespon apa yang menjadi keluhan masyarakat, padahal persoalan tersebut bukan terjadi baru-baru ini.

“Kita paham bahwa saat ini banyak anggaran yang digeser untuk penanganan Covid-19, tapi setidaknya Pemrov Riau melalui Dinas PUPR dapat mengirim alat berat untuk memperbaiki jalan tersebut sehingga masyarakat dapat menikmati jalan tanpa harus bergelut dengan lumpur lagi,” pungkas Hafnipal.**(Yudha)


Comment