Bebas Program Asimilasi, 3 Narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kembali ditahan

oleh -
Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Bangkinang, Sutarno.

KAMPAR, Berseripos.com – Sebanyak 3 warga binaan yang bebas melalui program Asimilasi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang kembali terjerat perkara pidana. Mereka diduga kembali melakukan tindakan kejahatan dan kembali ke tahanan.

“Dari 272 orang warga binaan yang kita berikan asimilasi di rumah, ada 3 orang yang mengulang tindak pidana. ketiga orang tersebut melakukan tindakan pidana pengancaman, Narkoba, serta penggelapan sepeda motor,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno pada berseripos.com di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2020).



Menurutnya, program asimilasi diberikan bukan serta merta bebas melakukan tindakan pidana, melainkan untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat di tengah masyarakat.

“Rata-rata narapidana yang mendapat asimilasi sudah melaksanakan aktivitas normal atau melakukan pekerjaan di tengah masyarakat, dari data yang dihimpun hanya 3 orang yang melakukan tindakan pidana,” ujarnya

Sutarno menjelaskan ketiga warga binaaan yang melakukan tindakan pidana terdapat di beberapa daerah, ada yang di Siak, Kampar, hingga Pekanbaru.

“Ada pelaku yang melakukan pengancaman terhadap Babinkamtibmas di Polsek Tualang Kabupaten Siak, ada yang diduga mengedarkan narkona jenis Shabu terjadi di Kampar, dan ada yang melakukan tindakan penggelapan sepeda motor di wilayah Pekanbaru, Polsek Bukit Raya,” terangnya.

Kemudian, jelas Sutarno, setelah Asimilasi berakhir, para narapidana yang melakukan tindakan pidana tersebut akan menjalani proses pidana yang baru serta ditambah menyelesaikan hukuman pidana lama sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan.

“Mereka tetap menjalani sidang perkara baru, ditambah lagi menjalani sisa pidananya yang lama,” jelasnya

Sutarno juga mengungkapkan hingga sejauh ini asimilasi masih terus berjalan dan belum ada keputusan dari Permenkumham, sehingga dirinya tidak bisa memastikan Asimilasi akan berakhir.

“Sepanjang Permenkumham belum dicabut kita masih melaksanakan,” pungkasnya.**(Yudha)



Comment