Lapas Kelas IIA Bangkinang Miliki Pabrik Roti

oleh -
Prosesi Pembuatan Kayna Bakery.

KAMPAR, Berseripos.com – Meski memiliki keterbatasan tempat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang sudah memiliki pabrik roti dengan sebutan Kayna Bakery. Tak tanggung-tanggung Kayna Bakery tersebut sudah dapat memproduksi ratusan roti setiap harinya.

Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Novindra mengungkapkan bahwa Kayna Bakery yang sudah berdiri didukung oleh salah satu PT yang bergerak dibidang produksi roti. Pembuatan roti juga memberdayakan beberapa orang warga binaan yang ada di Lapas Kelas IIA Bangkinang,



“Kita semua sponsori oleh mitra koperasi, dari alat, mesin dan bahan-bahan untuk pembuatan roti didatangkan langsung oleh PT. AVA. Sedangkan warga binaan yang membuat roti juga melalui proses pelatihan dan memliki sertifikat sehat yang menghadirkan pemateri dari PT.AVA, ujar Novindra pada berseripos.com baru-baru ini, Jumat (12/6/2020).

Pembuatan roti tergolong sederhana, sebab hanya memerlukan sejumlah warga binaan perempuan dan laki-laki saja,

“Jadi semua yang bikin roti hanya narapidana saja yang sudah latih, tidak ada campur tangan orang lain lagi,” katanya Novindra.

Meski masih seumur jagung dan memiliki tempat sederhana, pabrik roti yang berdiri di Lapas Kelas IIA Bangkinang sanggup memproduksi ratusan roti dengan berbagai varian rasa. Hal itu membuktikan bahwa pembinaaan yang dilakukan Lapas Bangkinang berjalan dengan baik meskipun mempunyai berbagai keterbatasan.

“Pabrik ini sudah berjalan hanya 4 hari, sampai hari ini berjalan dengan lancar,” sebutnya

Novindra mengakui untuk saat ini hasil produksi roti hanya dikonsumsi diruang lingkup Lapas Kelas IIA Bangkinang saja, namun untuk selanjutnya akan dipasarkan ke luar Lapas.

“Untuk sementara Hasil roti yang sudah dibuat dikonsumsi diruang lingkup Lapas saja, namun akan kami kembangkan terus kwalitas produksinya dan dipasarkan ke luar Lapas,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembuatan Kayna Bakery merupakan usulan dari pihak Lapas sebagai salahsatu bentuk program dalam pembinaan narapidana.

“Ini usulan dari Lapas, namun disambut baik oleh pihak PT. AVA, ” pungkasnya.**(Yudha)



Comment