Kejari Kampar Terima Tahap II Perkara Narkoba

oleh -
Jaksa Fungsional Kejari Kampar, Jumieko Andra.

Kampar, Berseripos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar menerima Tahap II (terima pelimpahan tersangka dan penyerahan barang bukti) perkara Narkotika jenis Shabu – Shabu dari Polres Kampar, Rabu (26/8/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Jaksa Fungsional, Jumieko Andra mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan perkara narkotika jenis shabu dengan berat keseluruhannya 10,79 Gram dengan satu orang Terdakwa.


“Terdakwa berinisial MS. Ia amankan oleh Tim Polres Kampar pada tanggal 27 Mai 2020 sekitar jam 03:30 Sore di Jalan Datuk Seribu Garang RT 003 RW 008 Kelurahan Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar, tepatnya didepan SD Insan Kamil, saat itu pihak Kepolisian mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkotika jenis shabu di daerah tersebut. Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Kampar melakukan penyelidikan dilokasi yang dimaksud melihat pelaku sedang berjalan, kemudian Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Kampar langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, dan ketika ditangkap pelaku saat itu menjatuhkan bungkusan plastic kresek warna hitam dan setelah dilakukan penggeledahan didalam plastic kresek warna hitam berisikan 1 buah kotak obat merek Amoxicillin yang didalamnya berisikan 1 (satu) paket Narkotika jenis Shabu yang di bungkus dengan plastic bening yang di balut dengan lakban warna kuning,” ujarnya saat di konfirmasi Berseripos.com di ruangan kerjanya, Rabu (26/8/2020).

Dijelaskan Miko, pelaku merupakan orang suruhan dari seorang DPO berinisial OS. Hingga kini pihak Kepolisian masih terus berupaya untuk menangkap OS.

“Terdakwa mengakui bahwa narkotika jenis shabu tersebut milik seorang DPO berinial OS. Pelaku disuruh OS untuk mengambil narkotika jenis shabu di samping lapangan Batminton tepatnya didepan SD Insan Kamil tersebut dengan upah sebesar Rp.200.000,” jelasnya.

Miko juga mengungkapkan bahwa, pelimpahan perkara jenis narkotika tersebut akan segera diproses secepatnya, mengingat sampai saat ini sejumlah perkara didominasi oleh perkara narkotika.

“Kita sudah terima tadi berkas tahap II untuk segera diproses secepatnya. Saat ini tersangka akan jerat dengan Pasal 112 Ayat 2 Undang-undang No 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimalnya seumur hidup,” pungkasnya.** (Yudha)


Comment