Diduga Cabuli Anak dibawah Umur, Pria di Meranti ditangkap Polisi

oleh -

Selatpanjang, Berseripos.com – Kepolisian Sektor Merbau, Kepulauan Meranti berhasil meringkus seorang laki-laki berinisial Ros alias Lan (40) warga Jalan Perawang RT 002 RW 005 Desa Bandul Kecamatan Tasik Putripuyu yang diduga telah melakukan tindakan asusila yang mencabuli seorang anak di bawah umur yang kini hamil empat bulan.

Penangkapan tersangka yang dipimpin langsung oleh Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Merbau, Ipda Benny A Siregar, SH MH pada Rabu (26/8/2020) sekira pukul 19.00 WIB. Pelaku berhasil dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan.


Berdasarkan laporan polisi nomor : LP / 09 / VIII / 2020 / RIAU / RES. KEP. MERANTI / SEK. MERBAU tanggal 26 Agustus 2020, pelaku diduga mencabuli anak di bawah umur berinisial Sup (15) dan melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan korban hamil.

Kapolres Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, SIK melalui Kapolsek Merbau, Iptu Sahrudin Pangaribuan, SH mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dari ayah korban yang menyatakan anaknya saat ini hamil akibat dari kelakuan bejat tetangganya.

“Korban yang didampingi orang tuanya melapor ke Polsek Merbau karena tidak terima dengan tindakan pelaku selama ini. Sehingga kita dari Polsek Merbau langsung bergerak cepat di bawah dan berhasil meringkus terduga pelaku di kediamannya tanpa perlawanan,” kata
Iptu Sahrudin Pangaribuan, SH, Kamis (27/8/2020).

Di hadapan polisi, orang tua korban, Kadir bin Man (51) menceritakan kronologis kejadian yang mengakibatkan anaknya hamil.

“Berdasarkan keterangan anak saya kepada saya dan dia tidak ingat lagi kapan hari dan tanggalnya tepatnya di bulan puasa yakni bulan Mei hingga Juli 2020, pelaku mengajak anak saya ke rumahnya. Sesampainya di rumah pelaku langsung membawa anak saya masuk ke dalam kamar tempat tidurnya dan membaringkan anak saya dengan paksa di atas tempat tidurnya, dan langsung menyetubuhi anak saya layaknya hubungan suami istri dengan cara paksa. Adapun perilaku bejatnya itu dilakukannya berulangkali sampai tiga kali baik di rumahnya maupun di rumah saya,” kata Kadir.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (1) atau (2) UU RI No 35/2014 perubahan atas UU No 23/2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu lembar Kartu Keluarga dengan No. KK : 1403041011070150, satu lembar Akta Kelahiran Nomor 1410-LT-27122012-0023, satu helai celana Jeans warna biru dongker, 1 helai baju lengan panjang warna kuning, dan satu helai celana dalam perempuan berwarna putih.**

Reporter: Salman


Comment