Kejari Kampar Terima Berkas Tahap II Kasus Pembunuhan di Tapung Hilir

oleh -
Jaksa Fungsional Kejari Kampar, Jumieko Andra.

Kampar, Berseripos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar menerima Tahap II (terima pelimpahan tersangka dan penyerahan barang bukti) perkara pembunuhan dari Polsek Tapung Hilir, Kamis (27/8/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Jaksa Fungsional, Jumieko Andra mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima terdakwa berinisial BS alias Tembong. Ia merupakan sebagai pelaku sekaligus suami dari korban yang merupakan istri sirinya.



“Terdakwa ini adalah suaminya sendiri,” ujar Miko saat dikonfirmasi Berseripos.com diruangan kerjanya, Kamis (27/8/2020).

Dari berkas perkara yang telah diterima, Jumieko Andra mengungkapkan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 30 Juni 2020. Saat itu Terdakwa sedang berada dirumah bersama dengan Korban Kiki Rokayah. Kemudian korban mengajak Terdakwa untuk makan bersama, namun Terdakwa menolaknya.

“Jadi pada waktu itu mereka sedang bertengkar. Korban yang merupakan Istri Siri Terdakwa keluar rumah dan membeli minyak premium sebanyak 1 Liter, selanjutnya korban meletakkan botol yang berisi minyak premium tersebut di dapur rumah. Lalu sekira jam 10.30 WIB Terdakwa dihubungi oleh temannya untuk untuk bekerja,” beber Miko.

Miko menjelaskan pada saat ingin berangkat kerja Terdakwa sempat dihalang-halangi oleh korban dengan maksud untuk meminta maaf. Setelah itu Terdakwa yang sudah memaafkan lalu berangkat kerja dan meninggal sang Istri.

“Saat itu terdakwa berangkat kerja, namun pada saat diperjalanan perasaannya tidak enak, lalu Terdakwa pun kembali pulang. Sesampainya dirumah Terdakwa melihat pintu depan dan belakang rumah telah terkunci, Terdakwa pun langsung mencoba mendobrak paksa melalui pintu belakang rumah. Setelah terbuka Terdakwa pun melihat pakaian istrinya telah basah akibat disirami minyak. Melihat kejadian tersebut Terdakwa pun terpancing emosi lalu mengambil mancis dan membakar sehelai kain yang telah tersiram oleh minyak dengan maksud untuk membakar rumah,” kata Miko menjelaskan.

Lebih lanjut, Jaksa yang telah mengikuti rekontruksi perkara tersebut mengungkapkan, bahwa setelah terdakwa mengidupkan mancis dan membakar kain, api cepat menjalar sehingga membakar sang Istri.

“Pada saat membakar kain tersebut tiba-tiba api pun menyambar dan membakar korban. Korban yang telah terbakar mencari bantuan dengan cara berlari keluar rumah untuk memadamkan api tersebut.

“Terdakwa beserta tetangga sempat juga membantu menyelamatkan korban. Korban juga sempat dilarikan ke Rumah Sakit Prima di Kota Pekanbaru, dan selanjutnya dirujuk kembali ke RSUD Arifin Ahmad, Namun nyawa korban tidak tertolong,” jelas Miko.

Setelah menelaah berkas perkara tersebut, Jumieko Andra mengatakan terdakwa akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 44 ayat (3) UU RI nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara.

“Kita akan segera proses secepatnya, terdakwa kita jerat dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 44 ayat (3) UU RI nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman 15 tahun penjara,” ulas Miko kembali.** (YD)



Comment