Kejaksaan Terima Berkas Perkara Pencurian Sawit di PTPN V

oleh -
Jaksa Fungsional Kejari Kampar, Andi Situmorang.

Kampar, Berseripos.com – Kasus dugaan pencurian tandan Sawit yang dilakukan oleh seorang pria berinisial RD nampaknya memasuki babak baru, pasalnya siang tadi pihak Polsek Tapung Hulu sudah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kampar (Kejari) Kampar, (10/9/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Jaksa Fungsional, Andi Situmorang membenarkan perihal tersebut, ia mengatakan bahwa pihak Kejaksaan sudah menerima Tahap II dari Polsek Tapung Hulu dengan perkara pencurian tandan sawit di wilayah PTPerkebunan Nusantara V (PTPN V).


“Benar, Hari ini Kami menerima Tahap II pencurian tandan sawit dari Polsek Tapung hulu yang di lakukan oleh 7 orang di wilayah PTPerkebunan Nusantara V (PTPN V), namun dari ke 7 orang itu hanya 1 yang berhasil ditangkap,” ujarnya saat di konfirmasi berseripos.com, diruangan kerjanya, Kamis (10/9/2020).

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan mediasi antara pihak korban PTPN V dengan tersangka pencurian, namun tidak mencapai titik temu sehingga pihak Kejaksaan melanjutkan ke Pengadilan.

“Kami sudah melakukan perdamaian kepada keduabelah pihak, namun tidak ada kesepakatan dan terpaksa harus melanjutkan ke Pengadilan,” kata Andi.

Dari berkas perkara yang telah diterima oleh pihak Kejaksaan, Andi mengatakan bahwa kronologisnya berawal dari 7 orang melakukan pencurian di wilayah PTPN V,  Ke 7 pelaku juga sempat melakukan pengancaman sebelum mengambil buah sawit, kerena merasa takut pihak scurity akhirnya melaporkan ke atasan dan selanjutnya pihak PTPN V melakukan pelaporan ke Polsek Tapung Hulu.

“Jadi kronologisnya waktu itu ada 7 orang pelaku melakukan pencurian sawit. Pada saat sawit itu jatuh tiba-tiba ketahuan oleh 2 orang scurity dari PTPN V, karena scurity merasa takut akhirnya pihak PTPN V melakukan pelaporan ke Polisi” bebernya.

“Setelah melakukan pelaporan, pihak Kepolisian berhasil menangkap 1 orang pelaku dan mengamankan Barang bukti 16 buah tandan Sawit,” sambungnya.

Menelaah perkara tersebut, Andi mengatakan terdakwa akan dijerat dengan pasal 365 KUHP, sebab perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa disertai dengan pengancaman kekerasan

“Dikarnakan kasusnya seperti ini dalam berkas perkara, terdakwa akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 7 Tahun paling lama 9 tahun,” pungkasnya.**(Yudha)


Comment