Kejaksaan Negeri Kampar Lakukan Upaya Restorative Justice Perkara Penganiayaan

oleh -

Kampar, Berseripos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar kembali menggelar kegiatan penghentian penuntutan perkara pidana ringan berdasarkan keadilan restorasi atau konsep restorative justice. Bertempat di depan aula Kejaksaan setempat, Senin (14/9/2020)

Para Jaksa memediasi disaksikan langsung oleh penyidik, korban dan Tersangka.



“Kita telah memediasi dan melaksanakan pengentian penuntutan perkara ringan dari Polsek Tapung Hulu, dengan konsep Restorative Justice. Perkara tersebut ialah perkara penganiayaan ringan yang dilakukan oleh Suami, Istri dan anak, sedangkan yang menjadi korban adalah seorang wanita,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Kasi Pidum, Sabar Gunawan, Senin (14/9/2020).

Sabar menjelaskan bahwa upaya restorative justice sengaja dilakukan mengingat perkara tersebut masih tergolong ringan, sehingga kedua belah pihak sepakat untuk berdamai tanpa ada yang dirugikan dari kedua belah pihak.

“Kita dari pihak Kejaksaan telah melakukan upaya mediasi perdamaian Restorative Justice atau menyelesaikan perkara sehingga diharapkan mampu tercapainya keadilan bagi kedua belah pihak tanpa harus berlanjut ke meja persidangan,” ujar Kasi Pidum, Sabar Gunawan yang didampingi oleh Jaksa Fungsional, Andi Situmorang.

Dijelaskan Sabar, dengan dilakukan konsep restorative justice (keadilan restoratif) Kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Apalagi terdakwa juga belum pernah dihukum.

“Mereka bersepakat untuk berdamai dengan membayar ganti kerugian yang sudah disepakati,” ulas Sabar kembali.

Dia juga menyampaikan bahwa Restorative Justice dilakukan sebagai langkah pihak Kejaksaan untuk menindaklanjuti peraturan Jaksa Agung nomor 15 tahun 2020 tentang penanganan hukum yang humanis.

“Selain untuk menjawab kebutuhan hukum bagi masyarakat, Restorative Justice juga berdasarkan ketentuan undang-undang yang memperbolehkan hal itu dilakukan, dan Kejaksaan Negeri Kampar sudah 2 melakukan Restorative Justice,” pungkasnya.**(Yudha)



Comment