Kejari Kampar Terima Tahap II Limpahan Perkara Narkotika Dari Kejati Riau

oleh -

Kampar, Berseripos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar Terima pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) perkara narkotika jenis shabu – shabu dari Polda Riau melalui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (17/9/2020) beberapa hari yang lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Kepala seksi Pidana Umun, Sabar Gunawan. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menerima berkas perkara narkoba dengan 2 orang sebagai terdakwa yang ditangkap di wilayah Kabupaten Kampar,


“Ini merupakan berkas dari Polda Riau ke Kejaksaan Tinggi Riau yang serahkan ke Kejaksaan Negeri Kampar dengan perkara narkotika jenis shabu-shabu,” ujar Sabar saat dikonfirmasi berseripos.com melalui sambungan selulernya, Minggu (20/9/2020).

Ia mengungkapka bahwa awalnya pihak Polda Riau berhasil menangkap seorang pria berinisial RK yang diduga sebagai bandar narkotika jenis shabu berada di dusun IV Kasang Kulim Desa Kubang Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Alhasil saat penangkapan Pihak Kepolisian berhasil menemukan sejumlah barang bukti dilokasi hingga membuat RK tak bisa mengelak.

Dari hasil penangkapan, Pihak Polda Riau terus melakukan pengembangan sehinga temukan lagi rekannya yang diduga sebagai pelaku narkoba.

“Jadi mulanya pihak Kepolisian menangkap seorang pria berinisial RK, dari hasil penangkapan dan penggeledahan terhadap RK ditemukan narkoba jenis shabu-shabu seberat 64,96 gram. Kemudian setelah berhasil mengamankan RK dan barang buktinya Polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AS,” bebernya.

Sabar mengakui bahwa dirinya sudah menelaah berkas perkara yang sudah diterima. Dapat simpulkan para terdakwa memiliki peran yang berbeda-beda sehingga ancaman hukuman yang diterima tidaklah sama.

“Untuk terdakwa RK karena telah melanggar Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 dapat diancam dengan hukuman pidana minimal 6 Tahun dan maksimal 20 sampai seumur hidup. Sedangkan untuk AS karena telah melanggar Pasal 114 ayat 1 dengan ancaman pidana mininal 5 Tahun maksimal 20 Tahun dan Pasal 112 ayat 1 minimal 4 Tahun dan maksimal 12 Tahun,” Jelasnya.

Dia juga mengatakan, mengingat situasi masa covid-19, saat ini pihaknya masih menitipkan terdakwa di rutan Polres Kampar, hal itu dilakukan hingga proses sidang dilakukan oleh pengadilan.

“Sementara kita titipkan dulu di Polres Kampar sampai proses sidang dilaksanakan, kita juga masih menunggu,” pungkasnya.** (Yudha)


Comment