Kejari Kampar Terima Pelimpahan Perkara Dari Kejati Riau

oleh -
Foto: Jaksa Fungsional Kejari Kampar, Haris Jasmana menerima Tersangka Narkoba dan Barang Bukti dari Kejati Riau.

Kampar, Berseripos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar kembali menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) perkara narkotika jenis shabu – shabu dari Polda Riau melalui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Rabu (23/9/2020).

Penyerahan tersangka dan barang bukti langsung didampingi oleh Jaksa Dari Kejati Riau serta tim dari Polda Riau.


Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Jaksa Fungsional Haris Jasmana saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menerima berkas perkara narkoba dengan 1 orang wanita berinisial MS sebagai terdakwa. Wanita tersebut ditangkap di wilayah Kabupaten Kampar.

“Iya baru tadi kita menerima pelimpahan perkara narkotika jenis shabu dari Polda Riau ke Kejaksaan Tinggi Riau yang serahkan ke Kejaksaan Negeri Kampar,” ujarnya pada berseripos.com, Rabu (23/9/2020).

Ia mengungkapka bahwa awalnya pihak Polda Riau berhasil menangkap seorang wanita berinisia MS yang diduga sebagai kurir narkotika jenis shabu berada di Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Alhasil saat penangkapan Pihak Kepolisian berhasil menemukan sejumlah barang bukti dilokasi hingga membuat MS tak bisa mengelak.

“Jadi sitersangka ini memiliki shabu yang dititipkan oleh pacarnya yang sekarang masih DPO. Tersangka dititipkan shabu sebanyak 2,11 gram untuk diberikan kepada teman sang pacar. Pada tanggal 21 Juli 2020 tim Polda Riau mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba. Kemudian keesokan harinya pada tanggal 22 Juli 2020 Pihak Polda meringkus tersangka MS di kediamannya,” jelas Haris.

Haris mengakui bahwa dirinya sudah menelaah berkas perkara yang sudah diterima siang tadi, oleh karena terdakwa akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dengan ancaman pidana mininal 5 Tahun maksimal 20 Tahun.

“Terdakwa akan kita jerat dengan Pasal 114 ayat 1 dengan ancaman pidana mininal 5 Tahun maksimal 20 Tahun,” ulasnya kembali.

Dia juga mengatakan, mengingat situasi masa covid-19, saat ini pihaknya masih menitipkan terdakwa di rutan Polres Kampar, hal itu dilakukan hingga proses sidang dilakukan oleh pengadilan.

“Sementara kita titipkan dulu di Polres Kampar sampai proses sidang dilaksanakan, kita juga masih menunggu,” pungkasnya.** (Yudha)


Comment