Dialog Dalam Program Jaksa Menyapa Bersama Kejari Kampar

oleh -

Kampar, Berseripos.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar, Suhendri SH., M.H, didampingi oleh Kasi Pidum, Sabar Gunawan, SH., M.H, serta Kasi Intel Silfanus Rotua Simanulang, SH., M.H mengikuti kegiatan penyuluhan hukum dengan berdialog interaktif bersama RRI pro satu Pekanbaru dengan menggunakan sambungan line telepon di ruang rapat Kejaksaan Negeri Kampar, Kamis (15/10/2020).

Dialog interaktif tersebut mengangkat tema mengenai penghentian penuntutan dengan restorative justice berdasarkan peraturan Jaksa Agung nomor 15 tahun 2020 tentang penanganan hukum yang humanis yakni restorative justice terhadap korban dan pelaku kejahatan


Kegiatan berdialog interaktif dengan menggunakan sambungan via telepon sengaja dilakukan karena saat ini pertemuan tatap muka sangat dibatasi lantaran situasi pandemi covid-19.

Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri, S.H., M.H melalui Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang, S.H., M.H mengatakan bahwa tujuan dilaksananakan Jaksa menyapa ini merupakan untuk memperkenalkan serta menyebarluaskan informasi mengenai produk hukum terbaru dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

“Dengan adanya program Jaksa Menyapa, diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal dan memahami kinerja kejaksaan, khususnya terkait pelayanan bagi masyarakat untuk memperoleh keadilan khususnya Kabupaten Kampar,” ujarnya saat diwawancara berseripos.com di ruangan kerjanya, Kamis siang (15/10/2020).

Dia menuturkan bahwa kegiatan Jaksa menyapa merupakan kegiatan rutinan yang diadakan setiap tahunnya. Pihak Kejaksaan Negeri Kampar telah melalukan kegiatan tersebut sudah ketiga kalinya dilaksanakan.

“Untuk di wilayah Kejaksaan Tinggi ini di gilir, dari mulai Kejaksaan Tinggi sampai dengan Kejaksaan Negeri di seluruh wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Riau,” kata Silfanus menjelaskan.

Dengan dilakukannya kegiatan penyuluhan hukum, Silfanus berharap agar setiap warga negara indonesia dapat mengenali hukum dan dapat menjahui hukuman, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari.

“Kenali hukum, Jauhkan hukuman,” ulas Silfanus.** (Yudha)


Comment