Rekonstruksi Adik Bunuh Abang Kandung di Kampar Riau, Jaksa Hadir di Lokasi

oleh -
Rekontruksi Kasus Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia yang terjadi di Desa Sungai Geringging, Kabupaten Kampar.

Berseripos.com, Kampar – Unit Reskrim Polsek Kampar Kiri Polres Kampar bersama Kejaksaan Negeri Kampar menggelar Rekonstruksi kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia yang terjadi di Desa Sungai Geringging, Kecamatan Kiri Kabupaten Kampar, Selasa (24/11/2020).

Rekonstruksi dihadiri langsung oleh Kapolsek beserta tim Reskrim Polsek Kampar Kiri, para anggota Jaksa peniliti yang berjumlah 2 orang serta Penasehat hukum dari pihak tersangka. Mereka menyaksikan langsung Rekonstruksi yang digelar di halaman Polsek Kampar kiri.

“Kami dari pihak Kejaksaan Negeri Kampar mendapat undangan dari Polsek Kampar Kiri untuk menghadiri Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang pria yang merupakan abang kandungnya sendiri. Tersangka berinisial (ED). Kami diundang agar dapat mengetahui alur cerita dari proses tindak pidana yg terjadi,” ujar Jaksa fungsioal Andi Situmorang yang didampingi oleh rekannya Deddy Iwan Budiono, Selasa (24/11/2020).

Kepada berseripos, Andi mengakui bahwa rekonstruksi digelar bertujuan untuk memperjelas motif tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban yang merupakan abang kandungnya sendiri.

Selain itu, menurutnya, reka ulang juga bertujuan agar ketika Pelimpahan berkas perkara pihak Kejaksaan hanya tinggal meneliti berkas tersebut, sehingga kasus ini tak menemui kendala dan lancar sampai segera ke meja hijau.

Dalam rekonstruksi yang di gelar tadi, Andi juga menjelaskan kronologis pembunuhan yang teradi di Desa Sungai Geringging itu, Namun ia tidak bisa merincikan lebih detail lantaran berkas belum sampai ke pihak Kejaksaan.

“Perkara tersebut tersebut terjadi pada 30 Oktober 2020 yang lalu. Saat itu tersangka yang merupakan adik kandung korban menganiaya dengan menggunakan gancu sehingga mengakibatkan abangnya meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di rumah korban yang tak jauh dari rumah tersangka,” Beber Andi.

Dari hasil rekonstruksi tersebut, Andi mengatakan bahwa tersangka nekat mengakhiri nyawa abangnya lantaran sudah tidak tahan melihat tingkah laku korban yang acap kali berprilaku buruk terhadap ibunya. Hal itu lah yang memicu tersangka untuk menganiaya korban.

“Korban sering meminta uang kepada ibunya, kalau tidak diberi dia _(red Korban) sering memarahi ibunya. Perilaku itu sering ia lakukan,” ucap Andi menjelaskan dengan ringkas.

Ketika ditanya apakah ada fakta baru dalam Rekonstruksi tersebut, Andi mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan ada fakta baru, sebab berkas perkara sampai saat ini belum sampai ke pihak Kejaksaan Negeri Kampar.

“Belum ada fakta baru, nanti kalau sudah sampai Tahap II baru kita teliti lagi,” ulasnya.

Andi juga mengakui, dengan adanya reka ulang adegan, pihak Kejaksaan lebih mudah melakukan penyusunan dakwaan terhadap tersangka serta mempermudah Jaksa untuk mempelajari berkas. Oleh karena itu Rekonstruksi harus dilakukan.** (Yudha)

Comment