PKS Suskes Gelar Lomba Baca Kitab Kuning, Diikuti 72 Peserta

oleh -

Berseripos.com, Kampar – Diikuti 72 Peserta Dari 15 Pondok Pesantren, Partai Keadilan Sejahera (PKS) Kampar sukses menggelar lomba membaca kitab kuning yang berlangsung sejak 4 hingga 6 Desember 2020 bertempat di Markaz Da’wah DPD PKS Kabupaten Kampar.

Ketua DPD PKS Kampar Ustad Tamarudin dalam sambutannya mengatakan bahwa meski PKS Kabupaten/Kota se Riau melaksanakan lomba baca kitab kuning, namun Kampar terasa spesial karena menjadi Kabupaten yang paling banyak peserta lombanya.

“Kita apresisi itu, dan kita juga mengapresiasi Fraksi DPRD Kampar sebagai sponsor utama kegiatan ini, kami akan selalu mensupport kegiatan Fraksi, semoga kedepannya Lebih baik lagi, lanjutkan program-program kerakyatan,” ungkap Ustad Tamar.

Sementara itu, Anggota Dewan dari fraksi PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Kampar H. Fahmil SE, ME mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi Pondok Pesantren yg telah berkenan mengutus Santri dan Santriwatinya untuk mengikuti Perlombaan Baca Kitab Kuning.

“Insyaallah acara ini akan menjadi program rutin kedepannya. Fraksi PKS DPRD Kampar juga akan berusaha Mengeluarkan Perda tentang Pondok Pesantren,” ungkap Fahmil.

Politisi PKS Anggota DPR RI Ustadz H. Syahrul Aidi Maazat Lc, MA (USAM) yang menyempatkan hadir dalam acara, menyebut bahwa bentuk PKS peduli dan selalu bersama Ummat, maka PKS akan senantiasa melaksanakan program yang menyentuh Keummatan, Khususnya lagi keilmuan Agama,

USAM mengapresiasi Fraksi DPRD Kampar dan Pengurus DPD PKS Kampar yang telah sukses melaksanakan acara lomba baca kitab kuning di tingkat Kabupaten.

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Riau 2 ini berjanji akan melanjutkan acara ini ke yang lebih tinggi lagi, berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pondok Pesantren di Kampar dan Pimpinan Pondok Pesantren untuk melaksanakan Workshop Metode Cepat Pintar belajar Kitab Kuning/Turats, dengan melibatkan Guru Bidang Studi Qowa’id dan Perwakilan santri.

Karena USAM mengatakan dari pengalaman dia berkoordinasi dgn Pondok Pesantren, hampir 70 % santrinya tidak mampu membaca kitab kuning, “berarti ini perlu dievaluasi, apakah metode kita yang salah? atau apa?,” pungkas USAM.** (AA)

Comment