Dari Puluhan Narapidana yang Dipindahkan Ke Nusakambangan, 11 Diantaranya Warga Binaaan Lapas Bangkinang

oleh -
Foto: Dengan Tangan Diborgol. Narapidana Lapas Bangkinang di Pindahkan menuju Nusakambangan.

Berseripos.com, Kampar – Kantor Wilayah Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kanwil Hukum dan HAM) Provinsi Riau memindahkan 47 narapidana kasus narkoba ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Jawa Tengah.

Dari 47 narapidana tersebut 11 Orang diantaranya warga binaan di Lapas Bangkinang.

Ke sebelas narapidana itu masuk dalam rombongan napi kasus narkoba yang diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Jumat sore (19/12/2020) kemarin.

Pemindahan itu dilakukan untuk mempertimbangkan, faktor pidana high risk yang berpotensi mengendalikan narkoba dari dalam Lapas dan Rutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno mengungkapkan bahwa warga binaan yang dipindahkan ini terdiri dari narapidana narkoba yang menerima hukuman berat.

Ia mengatakan warga binaan yang dipindahkan merupakan para narapidana dari kasus narkoba yang tergolong bandar.

“Kesemua narapidana yang dipindahkan merupakan gembong-gembong narkoba atau bandar, semuanya dipindahkan ke Nusakambangan kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi berseripos.com di ruangan kerjanya, Sabtu 19 Desember 2020.

Sutarno menuturkan para narapidana yang dipindahkan ini merupakan atensi dari pusat, sebab ke sebelas orang tersebut sudah terpantau lewat Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

“Ke sebelas narapidana itu sudah terpantau, ini merupakan atensi dari pusat. Pemindahan juga dilakukan dalam rangka mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Bangkinang,” kata Sutarno.

Dari sistim hukum, sambungnya, ke sebelas tahanan yang dipindahkan merupakan tahanan dengan ancaman hukuman yang tinggi. Ke sebelas orang itu ada yang dijatuhi hukuman mati hingga seumur hidup.

Tercatat, dari ke Sebelas narapidana itu didominasi oleh tahanan luar daerah dan hanya satu yang warga asli Kampar.

“Hanya satu yang warga Kampar, selebihnya warga luar daerah,” pungkasnya.** (Yudha)

Comment