Keluarga Korban Tragedi Kapal Tenggelam di Kampar Sesalkan Sikap Pemerintah

oleh -

Berseripos.com, Berseripos.com – Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Riau bersama keluarga korban Peristiwa Kapal Banawa Nusantara 58 dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar melakukan konfrensi pers terkait peristiwa tenggelamnya Kapal Banawa Nusantara di Danau PLTA Koto Panjang.

Konferensi Pers digelar di Hotel Pangeran, Selasa, 22 Desember 2020.

Dalam konfrensi ini pihak keluarga korban menyayangkan sikap pemerintah Kabupaten Kampar yang tidak ada perhatian kepada korban.

Syafii, paman korban Kapal Banawa Nusantara yang wafat dalam kejadian mengatakan saat jenazah diantarkan kerumah duka tiada satupun pihak dari Pemerintah Kabupaten Kampar yang turut serta mengantarkan korban kerumah duka.

Ia mengatakan almarhum dihantarkan kerumah duka tidak dalam keadaan layak.

“Jenazah diantarakan tanpa ada diurus seperti dibungkus kain kafan atau semacam lainnya ke rumah duka, melainkan dalam keadaan memakai baju basah karena baru diangkat dari air,” katanya.

Selain itu ia juga menanyakan apakah kapal layak untuk dinaiki serta digunakan.

“Seharusnya pihak yang mengundang harus mempersiapkan keamanan bagi para tamu undangan dalam acara tersebut,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihak keluarga mengharapkan adanya itikad baik untuk memberi perhatian dan solusi kepada keluarga.

“Kelanjutan permasalahan ini kita serahkan sesuai dengan bagaimana aturan berlaku,” ungkapnya.

Ia juga menanyakan terkait bagaimana pertanggung jawaban Pemerintah Kabupaten Kampar kepada keluarga yang ditinggalkan.

Pihak keluarga menilai acara yang diadakan Pemkab Kampar terorganisir tetapi penyelenggaraannya abal-abal.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kampar untuk kedepannya lebih memperhatikan keselamatan dari tamu yang diundang untuk mengikuti acara.

Terkait ketidakhadiran perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Kampar, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, David mengaku pihak dari Dinas saat kejadian masih terguncang adanya peristiwa tersebut, sehingga tidak terpikir untuk melakukan hal yang seharusnya.

Ia menuturkan terkait solusi bagi keluarga, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar belum dapat memutuskan memberi solusi apa atas kejadian ini.

Dalam pemaparannya, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, David mengatakan Kapal Banawa Nusantara saat diterima memiliki banyak kerusakan. Menurutnya sebagian kerusakan sudah dibenahi dan direnovasi sebagian.

Ia mengakui Kapal Banawa Nusantara tidak diperuntukkan untuk berlayar di danau, melainkan di laut.

David menuturkan rencana menggunakan Kapal Banawa Nusantara sudah dipikirkan sejak lama saat merancang kegiatan tersebut.

Tujuan digunakannya kapal tersebut untuk mengakomodir para tamu undangan menikmati sejumlah destinasi pariwisata di Danau PLTA Koto Panjang.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar, David ketika ditanya terkait kelayakan Kapal Banawa Nusantara untuk dinaiki penumpang mengatakan sebelum digunakan kapal sudah dibenahi.

“Terkait izin kelayakan kapal ia mengatakan hal tersebut menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar,” imbuhnya.** (IK)

Comment