Sejumlah Saksi Diperiksa Polisi Terkait Insiden Tenggelamnya Kapal di Danau PLTA Koto Panjang

oleh -
Foto: Kapal KM Banawa Nusantara 58.

Berseripos.com, Kampar – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Kampar melalui Satuan Reskrim masih terus menyelidiki terkait insiden tenggelamnya Kapal KM Banawa Nusantara 58 yang terjadi di Danau PLTA Koto Panjang beberapa hari yang lalu Sabtu, 19 Desember 2020.

Hingga kini, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi terkait insiden tersebut.

“Lebih kurang kita sudah periksa 5 orang terkait dengan insiden tersebut. Kita gabungan dari Polres dan Polsek,” kata Kasat Reskrim AKP Bery Juana Putra SIK saat dikonfirmasi Berseripos.com melalui sambungan seluler pribadinya, Rabu 23 Desember 2020.

Ditanya sampai sejauh mana pemeriksaan itu, pria yang pernah bertugas sebagai Pama Polda Riau Pindahan dari Polda Sulsel mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 5 orang tersebut, namun tidak menutup kemungkinan sejumlah pejabat Dinas akan diperiksa.

“Belum ada pemeriksaan ke Dinas, nanti setelah ini baru ke Dinasnya,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Kapal KM Banawa Nusantara 58 yang ditumpangi oleh rombongan Himpunan Pariwisata Indonesia Kampar terbalik di Danau PLTA Koto Panjang, Kampar Riau pada Sabtu sore 19 Desember 2020.

Dalam tragedi na’as tersebut satu orang dikabarkan meninggal dunia diduga terjebak dalam lambung Kapal.

Pihak keluarga korban juga sempat sesalkan sikap pemerintah Kabupaten Kampar.

Syafii, paman korban Kapal Banawa Nusantara yang wafat dalam kejadian membeberkan saat jenazah diantarkan kerumah duka tiada satupun pihak dari Pemerintah Kabupaten Kampar yang turut serta mengantarkan korban kerumah duka.

Ia mengatakan almarhum dihantarkan kerumah duka tidak dalam keadaan layak.

“Jenazah diantarakan tanpa ada diurus seperti dibungkus kain kafan atau semacam lainnya ke rumah duka, melainkan dalam keadaan memakai baju basah karena baru diangkat dari air,” katanya.

Syafii juga menanyakan terkait kelayakan Kapal untuk dinaiki serta digunakan. Ia menilai pihak mengundang diduga tidak mempersiapkan keamanan bagi para tamu undangan dalam acara tersebut.** (Yudha)

Comment