Misteri Tenggelamnya Banawa Nusantara 58, Renovasi Kapal Hingga Adanya Pemeriksaan Saksi

oleh -
Foto: Kondisi Kapal Banawa Nusantara 58 Tenggelam di Danau PLTA Koto Panjang. (Internet).

Berseripos.com, Kampar – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar mengakui bahwa pihaknya tidak menggunakan dana pemerintah untuk merenovasi Kapal motor (KM) Banawa Nusantara 58. Pihaknya menegaskan bahwa renovasi kapal tersebut hanya menggunakan dana pribadi.

“Rehab Kapal itu tidak memakai dana Pemda, sedikitpun dana Pemda tidak ada disitu, melainkan dana pribadi orang itu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kampar, Zulia Dharma saat dikonfirmasi berseripos.com melalui sambungan seluler pribadinya, Senin 28 Desember 2020.

Dalam renovasi itu, kata Zulia, penambahan dilakukan juga tidak terlalu berat, pemambahan hanya dilakukan pada pagar-pagar di Kapal saja.

“Rehapnya tidak berat, hanya menambah pagar saja. Nanti setelah itu diperbaiki dan rencananya baru diajukan standarisasinya dan dicek lagi,” ucapnya saat ditanyai terkait dengan standar renovasi.

Zulia juga mengaku hingga saat ini dirinya belum melihat kondisi kapal yang sudah direnovasi tersebut. Ia berujar kalau dirinya kemarin sibuk dirumah sakit.

“Sampai sekarang saya belum melihat kondisi kapal, saya hanya melihat info gambar saja. Jadi saya tidak tau betul kondisinya,” katanya

Ia mengatakan kapal hibah dari kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah diserahkan oleh pihak Dinas Perhubungan ke pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar.

Kapal itu diserahkan beserta nakoda yang sudah mempunyai sertifikat pelayaran yang lengkap.

“Kapal sudah diserahkan oleh pihak Dinas Perhubungan beserta nakoda yang bersertifikat lengkap,” ulasnya Zulia.

Diketahui sebelumnya, Kapal motor (KM) Banawa Nusantara 58 Pemerintah RI melalui kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Kampar tengelam pada Sabtu (19/12/2020) di perairan Danau PLTA Koto Panjang, Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

Kapal tersebut mengangkut 40 penumpang bertujuan untuk berkeliling di kawasan danau tersebut untuk keperluan wisata.

Dalam peristiwa na’as itu, satu penumpang yang terjebak di dalam kapal tersebut ditemukan sudah meninggal dunia.

Diketahui penumpang yang meninggal tersebut bernama Salman Alfarizi (38). Korban merupakan anggota dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Riau. Sementara puluhan penumpang lainnya dinyatakan selamat.

Peristiwa tersebut juga sempat disorot oleh pihak Kepolisian, pasalnya hingga kini pihak Kepolisian Resor (Polres) Kampar melalui Satuan Reskrim masih terus menyelidiki terkait insiden kapal tersebut.

“Lebih kurang kita sudah periksa 5 orang terkait dengan insiden tersebut. Kita gabungan dari Polres dan Polsek,” kata Kasat Reskrim AKP Bery Juana Putra SIK saat dikonfirmasi Berseripos.com melalui sambungan seluler pribadinya, Rabu 23 Desember 2020.

Ditanya sampai sejauh mana pemeriksaan itu, pria yang pernah bertugas sebagai Pama Polda Riau Pindahan dari Polda Sulsel mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 5 orang tersebut, namun tidak menutup kemungkinan sejumlah pejabat Dinas akan diperiksa.

“Belum ada pemeriksaan ke Dinas, nanti setelah ini baru ke Dinasnya,” jelasnya dengan singkat.** (Yudha)

Comment