Perkara Narkotika Ranking Pertama di Kampar Riau, Tercatat Ada 250 SPDP

oleh -
Kasi Pidum Kejari Kampar, Sabar Gunawan.

Berseripos.com, Kampar – Peredaran narkotika di Kabupaten Kampar masih sangat memprihatinkan, terbukti tingginya kasus tersebut masih menyelimuti Negeri yang berjulukan Serambi mekah, dari sabu-sabu, ganja, hingga exstasi.

Bahkan kasus narkotika di Kabupaten Kampar merupakan peringkat pertama paling tertinggi diantara kasus lain.

Tercatat, sepanjang tahun 2020, pihak Kejaksaan Negeri Kampar sudah menerima 697 Surat Perintah Dimulainya Penyidikan. SPDP tersebut didominasi oleh perkara narkotika.

“Dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sepanjang 2020 ada 697 kasus, diantaranya kasus Narkotika dengan status paling tinggi yakni 250 SPDP, disusul dengan anak berhadapan dengan hukum sebanyak 34 SPDP dan anak sebagai korban ada sekitar 40 SPDP,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Suhendri melalui Kasi Pidum, Sabar Gunawan di ruangan kerjanya, Rabu 30 Desember 2020.

Dijelaskannya, dari data yang sudah diperoleh, kasus narkotika juga sempat menyasar anak dibawah umur. Keterlibatan mereka juga membuat miris dengan peredaran narkoba yang semakin marak.

Menyikapi hal tersebut, Sabar memaparkan dengan semakin maraknya peredaran narkotika di Indonesia Khususnya di Wilayah Kabupaten Kampar kita berharap dari penegakan hukum haruslah semaksimal mungkin, sehingga memberikan dampak efek jera bagi sipelaku.

“Masyarakat jangan coba-coba untuk mengkonsumsi ataupun mengedarkan narkotika, apabila ada yang mengetahuinya segeralah lapor Polisi. lestarikan budaya Kampar ini sebagai serambi mekahnya Riau tanpa narkoba.”sebutnya

Ia juga menjelaskan, 697 SPDP yang diterima di dominasi oleh narkotika, disusul dengan anak berhadapan dengan hukum, selebihnya, tindak pidana pencurian dan penganiayaan.

“Dibandingkan tahun sebelumnya tahun ini jauh lebih meningkat, perkara narkotika saja kita tidak sampai 200 SPDP,” jelas Sabar.** (Yudha)

Comment