Potret Kadisparbud Kampar Diperiksa Polisi Hingga Sebut Renovasi Kapal Menggunakan Dana Pribadi

oleh -
Foto: Kepala Dinas Pariwisata, Zulia Dharma saat Diperiksa di Ruang Penyidik.

BERSERIPOS.COM, Kampar – Insiden tenggelamnya Kapal KM Banawa Nusantara 58 yang terjadi di Danau PLTA Koto Panjang Sabtu, 19 Desember 2020 lalu nampaknya telah memasuki babak baru, pasalnya siang tadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar telah memenuhi panggilan pihak penyidik untuk diperiksa, Senin (11/1/2020).

Kedatangan Zulia Dharma dengan status terperiksa tidak sendiri. Ia datang diperiksa bersamaan dengan Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, David.

Pantauan berseripos, ia diperiksa di ruang penyidik dengan memakai pakaian ASN.

Zulia tampak menggunakan masker ketika diperiksa oleh tim penyidik Satreskrim Polres Kampar.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, David mengakui bahwa dirinya telah diperiksa oleh pihak penyidik Polres Kampar, namun ia belum bisa berkomentar banyak saat diwawancara pewarta.

“Nanti lanjut lagi jam 13:30 siang,” ujarnya, Senin 11 Januari 2020.

Sementara itu, terpisah, Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Bery Juana Putra SIK saat dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan Kepala Dinas Pariwisata, Zulia Dharma dilakukan hari ini. Menurutnya pemeriksaan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait dengan Insiden tenggelamnya Kapal KM Banawa Nusantara 58 yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Hingga saat ini sudah tujuh orang yang sudah kita lakukan pemeriksaan terkait dengan kapal wisata. Dari tujuh orang tersebut kita masih menunggu hasil gelarnya,” ungkap bery.

Bery menyebutkan, Kadis Pariwisata sendiri termasuk dalam agenda pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. Selain itu pihaknya juga akan berencana memeriksa saksi-saksi ahli untuk mengumpulkan sejumlah keterangan termasuk Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar.

“Nanti kita akan minta keterangan dari Dinas Perhubungan terkait hibah kapal. Kita akan fokus juga nanti,” bebernya.

Sejauh ini, kata Bery, pihak Kepolisian masih melihat dari faktor kelalaiannya saja, oleh karena itu pihaknya akan terus berupaya melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk memeriksa kondisi di lapangan.

Disinggung mengenai akan ada tersangka, bery berujar bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait. Dia masih belum bisa membeberkan secara rinci sampai sejauh mana pemeriksaan tersebut, sebab hingga saat ini belum semua pihak yang diperiksa terkait tenggelamnya kapal Hibah dari Kementrian Perhubungan itu.

“Nanti kita akan undang juga pihak keluarga korban, baik istri ataupun keluarga lainnya,” jelasnya.

Renovasi Kapal.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar mengakui bahwa pihaknya tidak menggunakan dana pemerintah untuk merenovasi Kapal motor (KM) Banawa Nusantara 58. Pihaknya menegaskan bahwa renovasi kapal tersebut hanya menggunakan dana pribadi.

Dalam renovasi itu, kata Zulia, penambahan dilakukan juga tidak terlalu berat, pemambahan hanya dilakukan pada pagar-pagar di Kapal saja.

“Rehapnya tidak berat, hanya menambah pagar saja. Nanti setelah itu diperbaiki dan rencananya baru diajukan standarisasinya dan dicek lagi,” ucapnya saat ditanyai terkait dengan standar renovasi.

Dirinya juga mengaku bahwa hingga saat ini ia belum melihat langsung kondisi kapal yang sudah direnovasi tersebut. Ia berujar kalau dirinya kemarin sibuk dirumah sakit.

“Sampai sekarang saya belum melihat kondisi kapal, saya hanya melihat info gambar saja. Jadi saya tidak tau betul kondisinya,” ulas Zulia.** (Yudha)

Comment