Dugaan Money Politik Pilkada Meranti Dihentikan, Ini Aziun Azhari

oleh -

BERSERIPOS.COM, Selatpanjang – Penasehat hukum Bupati terpilih pasangan H.Adil – Asmar menyebutkan bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti telah memutuskan untuk menghentikan proses penyidikan kasus politik uang yang diduga dilakukan simpatisan Bupati terpilih pasangan nomor urut 1.

Ia menyebut bahwa dalam perkara itu tidak ditemukan unsur pidana dalam undang-undang Pilkada serta barang bukti yang belum mencukupi.

“Jaksa Penuntut umum (JPU) bersama tim Gakkumdu menyatakan perkara itu sudah kadaluarsa, karena tidak cukup waktu dan kasusnya tidak dapat dilimpahkan ke persidangan,” kata Penasehat hukum Bupati terpilih Aziun Azhari, SH, MH, Rabu 20 Januari 2021.

Menurutnya, perkara dinyatakan belum mencukupi bukti-bukti yang kuat sehingga berkas laporan dugaan money politik tidak bisa dilanjutkan.

“Berkas laporan dugaan money politik tidak dapat dilanjutkan, hal itu sesuai dengan UUD Pilkada nomor 10 Tahun 2016 dan Peraturan Mahkamah Agung (PerMA) Nomor 1 tahun 2018,” jelasnya.

Penasehat hukum Bupati terpilih pasangan H.Adil – Asmar juga mengungkapkan bahwa dugaan money politik yang dituduhkan kepada simpatisan kliennya sudahlah melalui proses penyidikan yang panjang. Dari hasil penyidikan tersebut dapat disimpulkan bahwa perkara tersebut tidak dapat dilanjutkan kejenjang berikutnya (Kadaluarsa).

“Perkara itu dilaporkan oleh tim pasangan calon Mahmuzin Taher – Nuriman terhadap simpatisan pasangan Aidil – Asmar. Mereka menduga telah terjadi money politik diperhelatan pilkada Meranti 9 Desember 2020 lalu. Dari hasil penyidikan berkas perkara itu ditolak oleh JPU,” kata Aziun Azhari, SH, MH dalam keterangan pers di Cafe Red 9 Hotel jl. Siak Selat Panjang, Rabu 20 Januari 2021.

Ia juga mengatakan bahwa pelaporan terhadap Heri Sunario yang merupakan simpatisan pasangan Bupati terpilih batal demi hukum.

“Heri Sunario terduga pelaku money politik di pilkada meranti 2020 batal demi hukum dan harus di kembalikan nama baiknya,” jelas Aziun Azhari.**

Reporter: Salman

Comment