“Kado Manis” Dari Kampar Kiri Untuk Kabupaten Kampar

oleh -
Foto: Mobil Pengangkut Hasil Perkebunan Tumbang Mellewati Jalan yang Berlumpur di Kampar Kiri.

BERSERIPOS.COM, Kampar – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke-71 yang jatuh pada tanggal 6 Februari 2021 besok, Himpunan Pelajar Mahasiswa Rantau Setingkai (HIPEMARS) mengkritik sejumlah akses jalan di Kabupaten Kampar yang hingga kini masih dalam kondisi rusak.

Kerusakan jalan ke sentra–sentra produksi pertanian dan perkebunan masih tetap menjadi persoalan pokok pembangunan Kabupaten Kampar, Provinsi riau.

Hingga memasuki usia 71 tahun, Lambannya pembangunan maupun perbaikan jalan ke sentra-sentra produksi di Kampar berpengaruh pada sistim perekonomian masyarakat.

Masyarakat berfikir, diusia Kampar yang cukup matang, pembanguan di sektor jalan belum lah rampung seutuhnya, tentunya ini menjadi PR bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Contohnya saja, di Kecamatan Kampar Kiri. Dengan status jalan Provinsi Riau, Akses jalan penghubung antara Desa Lipatkain – Lubuk Agung sangat sulit dilewati oleh kendaraan.

Akses jalan yang rusak membuat masyarakat setempat selalu waspada untuk melintasi jalan itu. Masyarakat juga harus bertarung dengan lumpur hingga sampai ke tujuan.

Belum lagi akses jalan Desa Lubuk Agung – Sungai Sarik serta Desa Balung.

“Jalan tersebut masih berupa tanah merah yang begitu ‘lembek dan lunak’, sehingga jika dimusim penghujan, jalan Lipatkain-Lubuk Agung dan Lubuk agung – Sungai Sarik – Balung batas Sumbar ini mengalami kerusakan yang sangat parah. Tentunya ini sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat setempat,” kata Ketua HIPEMARS Anggi Saputra dalam keterangan tertulis yang diterima berseripos.com, Jumat 5 Februari 2021.

Pria yang masih aktif menjadi mahasiswa di UIN SUSKA Riau itu juga membeberkan terkait dengan status jalan rusak tersebut. Menurutnya jalan rusak itu masih berada di wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, tepatnya di Kecamatan Kampar Kiri.

Merespon hal itu, salahsatu Aktivis Demisioner dari HIPEMARS, Redo Antoni Sandra juga sependapat. Ia juga berharap agar pimpinan daerah Kabupaten Kampar, Bupati, dapat memperhatikan wilayah-wilayah yang masih butuh pembangunan jalan. Hal itu selaras dengan semboyan “Basamo Mambolo Nagongi” pada HUT Kampar ke 71.

“Dengan semboyan “Basamo Mambolo Nagongi”, Nagongi yang pendalaman seperti kami ini harus sama diperhatikan dengan daerah perkotaan dari segi infrastrukturnya,” kata Redo Antoni yang juga merupakan warga setempat.

Aktifis asal Kampar itu juga mengutaran tetang aspirasi masyarakat. Menurutnya dalam HUT Kabupaten Kampar tersebut tangisan dan jeritan masyarakat masih menggema di pelosok-pelosok Kampar. Ini juga menjadi cacatan di tubuh kepemimpinan pemerintahan Bupati Catur Sugeng Susanto.

Penderitaan dengan akses jalan rusak membuat masyarakat harus berjibaku untuk menghantarkan hasil-hasil kebun untuk di nikmati bersama keluarga.

Tak sedikit masyarakat yang mengeluh karena sulitnya akses jalan yang sulit dilewati.

“Kami berarap dimomen hari ulang tahun Kampar yang Ke 71 ini, semoga Kampar Lebih maju dan jaya serta jangan ada lagi tebang pilih terkait infrastruktur, semua warga Kampar mempunyai hak yang sama untuk menikmati pembangunan,” pungkas mahasiswa UIR yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat.**

(Yudha)











Comment