Semburan Gas di Ponpes Pekanbaru, Puluhan Santri Dievakuasi

oleh -
Semburan gas memuntahkan lumpur dari perut bumi di Pekanbaru. (Internet)

BERSERIPOS.COM, Pekanbaru – Puluhan santri yang sedang belajar di pondok pesantren Al Ihsan Jalan Abdurrahman Kota Pekanbaru dihebohkan dengan semburan gas bumi pada galian sumur bor yang tengah dilakukan oleh tukang. Semburan gas tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.30 WIB, Kamis (4/2/2021).

Kepala Sekolah Pesantren Al Ihsan Untung Wahyudi, mengatakan tembakan gas itu membuat mereka kaget dan langsung menghentikan proses belajar mengajar.

“Kita memang sedang mengerjakan pembuatan sumur bor. Tadi sekitar jam 13.30 kita dikagetkan dengan gemuruh semburan gas yang berada di samping ruangan kelas santri,” kata Untung.

Melihat semburan gas yang mengeluarkan suara serta menyemburkan pasir dan debu, Untung langsung mengevakuasi para santri ke masjid yang ada di pondok pesantren ini.

Kemudian, Untung langsung menghubungi aparat setempat. “Sudah datang orang dari pipa gas, ada juga dari TNI,” kata Untung.

“Rencana untuk sementara seluruh siswa akan dievakuasi ke pondok pusat yang ada di Kubang. Pesantren ini memiliki 34 santri,” kata Untung.

Ramadhan, penggali sumur bor di lokasi mengatakan, awalnya dia bersama teman-temannya sedang membuat sumur bor.

“Tadi kami lagi kerja, pembuatan sumur bor. Tiba-tiba saat jam setengah 2, ada gas yang keluar dari sumur itu, kami langsung lari,” ujar Ramadhan.

Semburan gas itu muncul di antara ruang belajar dan kamar santri tak jauh dari Kantor Wali Kota Pekanbaru. Terlihat gas menyembur dengan kuat dan mengeluarkan suara gemuruh keras.

Sementara, menurut Peltu Ferry HS selaku  Dan Pos Ramil Tenayan Raya, kejadian semburan gas di pondok pesantren ini merupakan kejadian yang kelima kalinya di wilayah tenayan Raya ini. Sebelumnya kejadian serupa juga sempat terjadi.

“Ini yang kelima kalinya terjadi semburan gas di sini. Dulu sudah ada kejadian serupa. Biasanya dalam tiga hari berhenti sendiri,” ujarnya.

Ia mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang menangani perkara ini. **

 

Sumber: MCR/Riauin.com

Comment