Razia Insidentil, Petugas Lapas Bangkinang dan BNK Geledah Kamar Napi

oleh -
Foto: Petugas Lapas Kelas IIA Bangkinang Bersama BNK Kampar Melakukan Pemeriksaan Terhadap Sejumlah Napi.

BERSERIPOS.COM, Kampar – Satuan Oprasional Kepatuhan Internal (Sat Ops Patnal) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang menggelar razia insidentil di kamar warga binaannya pada Sabtu malam 6 Februari 2021.

Penggeledahan dilakukan sebagai upaya membersihkan barang-barang terlarang di dalam Lapas Bangkinang.

Puluhan petugas Lapas yang dipimpin langsung Kalapas Bangkinang, Sutarno merazia satu persatu blok hunian warga binaan.

Seluruh kamar diperiksa satu persatu secara bertahap.

Dalam giat itu turut didampingi oleh Badan Narkotika Kabupaten Kampar.

Puluhan barang terlarang turut disita dalam Razia insidentil yang digelar pada malam hari itu.

Beberapa narapidana yang dicurigai memiliki barang haram turut didata satu persatu oleh petugas Satops Patnal serta BNK Kampar.

Kepala Lembaga Kelas IIA Bangkinang, Sutarno membenarkan hal itu. Dia mengungkapkan operasi insidentil sengaja ia lakukan secara diam-diam.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkotika di Lapas Kelas IIA Bangkinang.

“Ini salahsatu upaya dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika serta meminimalisir masuknya barang terlarang ke dalam Lapas,” kata Sutarno dalam keterangan tertulis yang diterima berseripos.com, Sabtu malam 6 Februari 2021.

Razia yang dimulai pada pukul 19.30 s/d 24.00 WIB itu dilakukan secara manual.

Tim gabungan juga memeriksa secara detail setiap sudut ruangan kamar tahanan.

Kepala Lapas Bangkinang, Sutarno memberikan intruksi kepada jajarannya untuk membersihkan segala hal yang berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh narapidana.

“Ini untuk menciptakan Lapas Bangkinang bersih dari narkoba, HP dan barang-barang terlarang lainnya,” bebernya.

Sutarno yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya tidak mau kecolongan lagi dengan adanya wargabinaannya yang terlibat narkoba di Lapas Kelas IIA Bangkinang.

Komitmen yang menjadi prinsip merupakan tujuan utama dalam pemberantasan narkotika.

“Kami beserta jajaran berkomitmen untuk pemberantasan narkoba. Razia ini akan terus kami lakukan baik rutin maupun insidentil sehingga tercipta kondisi aman dan nyaman bagi seluruh warga binaan di Lapas Bangkinang,” tegasnya.

Dari hasil razia itu, sambungnya, sejauh ini pihaknya tidak menemukan narkotika ataupun benda yang mencurigai, namun pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang-barang yang dilarang, seperti Handphone jenis adroid, alat carger, headset serta sejumlah kabel sambung yang digunakan untuk mengecas alat komunikasi.

“Barang-barang itu sudah disita dan akan dimusnahkan,” kata Sutarno.

Ditanya soal indikasi barang masuk dari mana? Kalapas mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih rinci, sebab para narapidana tidak ada yang mengaku atas kepemilikan sejumlah alat komunikasi itu.

Lebih lanjut, Dia juga mengakui dengan keterbatasan personil yang ada di Lapas Bangkinang, pihaknya kerap kali kecolongan dalam pengawasan.

Bayangkan saja, dengan kapasitas normal sekitar 700 lebih, hingga kini Lapas Bangkinang menampung sekiar 1700 lebih warga binaan, dan masih terus bertambah.

Terdata, dari seribu lebih wargabinnaan yang ada di Lapas Bangkinang, 70 persennya merupakan kasus narkoba.

Kapasitas yang overload membuat pihak Lapas lebih extra dalam pengawasan, mesti dalam keterbatasan sumber daya.

Namun, mengatasi hal yang tidak diinginkan, saat ini pihaknya lebih memperketat dari semua lini untuk mencegah pelanggaran oleh wargabinaan.

Ia juga mengaprsiasi pihak Kepolisian Resort Kampar, yang telah membantu pihak Lapas dalam membongkar keterlibatan warga binaannya yang terlibat narkotika.

Menurutnya, bekerjasama dengan pihak Kepolisian dapat membantu kinerja pihak Lapas Bangkinang dalam upaya memberantas narkoba.

“Kita apresiasi gerak cepat Polres Kampar, kita mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh Polres Kampar, ini bentuk sinergitas,” tukasnya. (Yudha)

Comment