Lambannya Menangani Jalan Rusak di Kampar Riau, DPRD Sindir Pemerintah

oleh -
Potret salah Satu Jalan Berlobang di Kampar Riau.

BERSERIPOS.COM, Kampar – Jalan Lintas Pekanbaru – Bangkinang yang menjadi jalan utama menuju ke Bangkinang dan daerah Provinsi Sumatera Barat kini sangat memprihatinkan.

Banyaknya titik yang berlubang dan rusak disepanjang ruas jalan membuat pengemudi kendaraan lebih exstra melintasi jalan tersebut.

Tak jarang, akses yang kerap dilalui pengendara ini menjadi tidak lancar dan membuat lalu lintas mengalami kemacetan.

Kondisi jalan yang rusak juga menimbulkan dampak buruk bagi pengemudi kendaraan. Kekuwatiran itu lantaran pengemudi takut apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada diri mereka, seperti kecelakaan.

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Gerindra yang juga Ketua DPRD Kampar, Muhammad Faisal mengaku prihatin.

Dirinya menyayangkan sikap pemerintah pusat yang lamban dalam mengawasi dan membenahi jalan yang rusak.

“Ini mestinya harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat,” kata Faisal beberapa hari yang lalu, Sabtu 6 Februari 2021.

Sepatutnya, tegas Dia, dengan intensitas lalu lintas yang sangat padat, harusnya pemerintah memperioritaskan jalan di Kampar ini.

Ia juga meminta kepada Kepala Balai jalan nasional riau agar memperhatikan jalan Lintas Pekanbaru – Bangkinang yang saat ini dalam kondisi sedang tidak baik dan perlu dibenahi.

“Jangan sampai banyak korban yang terjadi akibat jalan yang rusak dan berlubang,” kata Faisal.

Menurut Faisal, ia menduga kurangnya perhatian pemerintah terhadap jalan yang rusak tersebut juga dikarenakan ada sesuatu hal yang mendasar.

“Mungkin masalah anggaran, karena jalan nasional ini terlalu luas dan panjang,” bebernya.

Seolah-olah tak peduli dengan hal itu, Faisal berpendapat agar jalan di Kampar masuk dalam prioritas pembangunan oleh pemerintah.

“Intinya kita mohon jalan di Kampar jadi prioritas,” sebut Faisal.

Perlu diketahui sejumlah titik di Jalan Lintas Pekanbaru – Bangkinang mengalami kerusakan. Kerusakan jalan ini kerap kali menyebabkan macet.

Dari pantauan pewarta beberapa waktu lalu, kemacetan terjadi dibeberapa titik ruas jalan.

Jalan yang berlubang sangat membahayakan apabila hujan deras menggenangi ruas jalan. Pengemudi lebih extra berhati-hati lantaran jalan berlubang tidak tampak apabila dilewati.

Kerusakan jalan terjadi di Jalan Lintas Pekanbaru – Bangkinang, tepatnya di sekitar simpang Jalan Lintas Pekanbaru – Bangkinang dengan Jalam Menuju Sungai Pinang.

Kerusakan jalan juga terjadi di Jalan Lintas Pekanbaru – Bangkinang, tepatnya di Simpang Jalan Masuk menuju SMK N 1 Kampar di Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar.

Disini bahkan kondisi jalan yang rusak dimanfaatkan sejumlah warga untuk meminta sumbangan demi perbaikan jalan yang berlubang.

Selain itu jalan rusak juga terjadi di dekat Jembatan Desa Batu Belah sebelum simpang menuju Jalan Lingkar Bangkinang.

Warga Desa Batu Belah, Heri mengatakan di ruas jalan yang mengalami kerusakan ini hampir setiap hari mengalami kemacetan, terlebih di dekat Jembatan yang berada di Desa Batu Belah, tepatnya Jalan Lintas Pekanbaru – Bangkinang. Sekitar beberapa ratus meter kerusakan jalan terjadi di sini.

Bahkan di titik kerusakan jalan ini, masyarakat yang kesal menanam pohon pisang sebagai tanda jalan yang rusak.

“Setiap sore terjadi kemacetan karena kendaraan yang memelankan laju kendaraan untuk menghindari jalan yang berlubang,” ujarnya.

Ia menuturkan kondisi jalan yang rusak cukup menghambat aktivitas.

Menurutnya, ruas jalan ini menjadi jalan utama penghubung antara Pekanbaru, Bangkinang dan juga Pekanbaru ke Sumatera Barat.

Keluhan yang sama juga diutarakan Warga Kecamatan Kampar, Ijad yang merasa prihatin dengan kondisi jalan yang rusak.

Ia mengaku kondisi jalan yang rusak membuat waktu tempuh menuju Bangkinang menjadi lambat.

Menurutnya jalan yang berlubang di Jalan Lintas Pekanbaru – Bangkinang seringkali hanya ditambal saja.

“Tambalan jalan berlubang ini tidak lama kemudian menjadi rusak lagi,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jalan yang rusak.

Ia juga mengingatkan kepada pemerintah agar bisa memperjuangkan perbaikan jalan yang rusak di Kampar,” jangan hanya pembangunan proyek nasional saja,” pungkasnya** (Yudha)











Comment