Posting Gaji Rp700 Ribu ke Media Sosial, Guru Honorer Langsung Dipecat

oleh -
Foto: ilustrasi. (Internet)

BERSERIPOS.COM, Jakarta – Nasib Hervina, guru honorer berumur 34 tahun di SDN 169 Desa Sadar, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sungguh memilukan.

Guru yang sudah mengajar selama 16 tahun di SD itu, dipecat gara-gara mengunggah gajinya yang hanya Rp 700 ribu ke media sosial. Banyak yang membela Hervina, Mas Menteri Nadiem Makarim bagaimana sikapnya ya?

Kabar pemecatan Hervina mulai menyebar di media sosial sejak Kamis, pekan lalu. Awalnya, Hervina mengunggah rincian gajinya Rp 700 ribu di akun Facebook miliknya. Tak lama setelah mengunggah foto tersebut, Hervina ditelepon berkali-kali oleh kepala sekolahnya.

Namun, karena tidak sempat diangkat, kepala sekolah kemudian mengirim pesan singkat yang berisi pemecatan. “Cari saja sekolah lain yang bisa gaji kamu lebih banyak. Mulai sekarang, istirahat saja mengajar,” kata Hervina, membacakan isi pesan singkat pemecatannya.

Pesan tersebut membuat Hervina kaget dan sedih. Ia sudah mengabdi di sekolah itu sejak 16 tahun lalu, saat guru di sekolah itu baru ada 3 orang. Kini, ia dipecat tanpa diberikan kesempatan memberikan klarifikasi. Soal unggahan rincian gaji, ia mengaku tak punya niat mengeluh atau merendahkan sekolah. Ia pun mengaku sudah meminta maaf. Namun, permohonan maaf tersebut tak ditanggapi.

Kisah pilu Hervina ini jadi perhatian banyak pejabat di Jakarta. Wakil Ketua DPR, Aziz Syamsuddin menyesalkan kejadian yang menimpa Hervina. Ia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Daerah segera menyelesaikan permasalahan ini dan memberikan kejelasan nasib guru honorer tersebut.

Azis berharap, peristiwa ini tidak terulang kembali. “Kami berharap Pemerintah lebih memerhatikan kesejahteraan guru honorer serta kejelasan nasib mereka,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, di Jakarta, kemarin.

Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda meminta pemecatan tersebut dibatalkan. Huda mendorong Kemendikbud dan dinas terkait segera menuntaskan masalah ini. Intinya, tidak boleh ada pemecatan. “Nah, inisiasi ini harus cepat. Nggak usah menjadi ramai. Saya kira secepatnya diselesaikan,” pintanya.

Selain itu, Huda meminta kepala sekolah tidak menganggap jumlah gaji guru honorer sebagai aib. Melalui kejadian ini, Huda pun berharap ada momentum perbaikan untuk kesejahteraan guru honorer di masa mendatang.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi menilai, tindakan pemecatan Hervina tidak bijak. Kata dia, semua orang sudah tahu, gaji guru honorer seperti itu. Masalah seperti itu tidak perlu sampai dipecat. Yang diperlukan adalah ajak bicara.

Unifah juga mengingatkan agar para guru lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan sampai membicarakan sesuatu yang ujungnya merugikan. “Pejabat setempat nggak usah juga kebakaran jenggot karena kondisi seperti ini. Mari kita bicara, selesaikan sama-sama,” ajak Unifah.

Bagaimana tanggapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim? Nadiem belum berkomentar. Yang sudah bicara mengenai masalah ini baru anak buahnya, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril.

Iwan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone untuk mencari solusi terbaik. Kedua belah pihak akan mencari jalan tengah untuk solusi permasalahan dengan tetap mengedepankan musyawarah.

Rencananya, Disdik Kabupaten Bone dengan Kepala SDN 169 serta Hervina akan melakukan musyawarah, melakukan klarifikasi, dan mencari solusi terbaik, Senin pekan depan (15/2). “Kami akan terus melakukan koordinasi secara berkelanjutan untuk memastikan kejadian ini terselesaikan dengan keputusan yang baik untuk semua pihak,” kata Iwan, kemarin.

Peristiwa ini jadi perhatian pegiat media sosial. Akun @firmansyahlepi berharap Hervina tak jadi dipecat. “Carikan solusi yang tepat untuk kesejahteraan guru. Kemendikbud, Pemda harus duduk bersama. Ayo sayangi guru,” kicaunya.

Akun @galihgielof mengatakan, bagaimana negeri ini berkualitas kalau yang ngajarnya aja masih sulit mikirin kebutuhan perut. Akun @israk_haerudin heran kenapa anggaran pendidikan yang besar tapi belum bisa menyejahterakan para guru. “Apa ada mis manajemen,” ujarnya.

Sumber: https://www.wartaekonomi.co.id/read327572/guru-honorer-posting-gaji-rp700-ribu-langsung-dipecat-lho-mas-nadiem-bagaimana-ini?page=2

Comment