Pemadaman Karhutla di Riau Terkendala, Sumber Air Terbatas

oleh -
Petugas gabungan tengah berjibaku memadamkan api karhutla di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (20/2/2021).(Dok. BPBD Pelalawan)

BERSERIPOS.COM, Pekanbaru Kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) terjadi di tiga wilayah di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Dalam beberapa hari ini, tim tabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta dibantu pihak perusahaan, berupaya memadamkan api agar kebakaran tidak semakin meluas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Abu Bakar mengatakan, saat ini tim gabungan tengah melakukan pemadaman.

“Kami tim gabungan sedang melakukan pemadaman titik api di lokasi. Ada tiga titik pemadaman karhutla di Pelalawan, yakni di Kecamatan Teluk Meranti, Kuala Kampar dan Pangkalan Kerinci,” kata Abu Bakar dilansir dari Kompas.com, Sabtu (20/2/2021).

Dia memperkirakan, luas kebakaran di tiga kecamatan itu, masing-masing dua hektare.

Lahan yang terbakar sebagian semak belukan dan ada kebun sawit milik warga. Kebakaran itu mengeluarkan asap yang cukup banyak, karena tanah gambut.

Petugas pun cukup kesulitan memadamkan api. Selain karena diadang asap, sumber air juga cukup sulit ditemukan di lokasi.

“Kendala kita di lapangan yaitu sumber air terbatas. Kanal penampungan air ada milik perusahaan, tapi lokasinya jauh. Kemudian, akses ke lokasi juga sulit dilalui,” sebut Abu Bakar, yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan.

Sejauh ini, lanjut dia, pemadaman hanya dilakukan oleh tim darat.

Belum ada helikopter yang dikerahkan ke sana untuk pemadaman melalui udara atau water bombing.

Meski begitu, menurut Abu Bakar, sebagian besar api di permukaan lahan sudah berhasil dipadamkan.

“Kondisi kebakaran yang cukup luas di Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti. Tapi, api yang dipermukaan sudah padam. Tinggal pemadaman api di dalam gambut yang masih mengeluarkan asap,” kata Abu Bakar.

 

 

Sumber: Kompas.com

Comment