Rumah Sakit Pasien Covid-19 Terbakar di India, 10 Orang Tewas

oleh -
Rumah sakit pasien Covid-19 yang terbakar di Mumbai, India. ©Reuters.

BERSERIPOS.COM – Kebakaran telah menewaskan sedikitnya 10 orang di sebuah mal yang juga digunakan sebagai rumah sakit untuk merawat pasien virus corona di Mumbai, India.

Juru bicara kota Mumbai menyampaikan, kobaran api terjadi pada Kamis malam di Rumah Sakit Sunrise, wilayah Bhandup, Mumbai, negara bagian Maharashtra.

Dilansir Al Jazeera, Jumat (26/3), Kepala Menteri Maharashtra, Uddhav Thackeray, mengatakan 68 pasien telah dievakuasi dan dipindahkan ke rumah sakit lain. Thackeray mengatakan, beberapa orang yang hilang nampaknya telah kembali ke rumah masing-masing dan sedang ditelusuri.

Berdasarkan data, sekitar 78 orang berada di rumah sakit tersebut pada Kamis. Belum jelas berapa banyak korban meninggal yang merupakan pasien Covid-19, karena jenazah sedang didentifikasi pihak keluarga.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran, yang dimulai dari lantai paling bawah bangunan ketika asap memenuhi lantai atas rumah sakit.

Kebakaran terjadi di tengah melonjaknya kasus virus corona di Mumbai, yang pada Kamis melaporkan 5.504 kasus infeksi baru, angka tertinggi sejak awal pandemi, menurut Reuters.

Pada Jumat, data Kementerian Kesehatan menunjukkan, kasus infeksi virus corona India melonjak dalam semalam sebanyak 59.118, angka harian tertinggi sejak 18 Oktober. Jumlah kasus keseluruhan di India mencapai 11,85 juta, terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil. India melaporkan 257 kematian baru karena Covid-19, sehingga total kasus kematian mencapai 160.949.

Pada Jumat, Kementerian Kesehatan menyampaikan rencana pemerintah untuk memperluas cakupan vaksinasi, untuk warga yang berusia lebih muda. Sampai saat ini, India telah menyuntikkan 55 juta dosis vaksin Covid-19, tertinggi ketiga dunia setelah AS dan Brasil, walaupun jumlah ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan jumlah populasi India yang berjumlah 1,35 miliar jiwa, menurut situs Our World in Data.

 

Sumber: Merdeka.com

Comment