Pemerintah Tidak Tegas Menertibkan Praktek Galian C Ilegal di Kampar Riau

oleh -
Satu unit Alat Berat diduga milik pengusaha Galian C di Kampar Dibakar Massa.

BERSERIPOS.COM, Kampar  – Aktifitas penambangan material kategori galian C di Kampar sudah sangat memprihatinkan.

Aktifitas penambangan galian C ini menjadi sorotan organisasi lingkungan hidup, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau.

Direktur Walhi Riau, Riko Kurniawan, mengatakan sangat prihatin dengan aktifitas penambangan material galian C di Kabupaten Kampar.

Kabupaten merupakan salah satu kabupaten yang banyak terdapat aktifitas penambangan galian C.

Menurutnya aktifitas galian C di Kabupaten Kampar banyak yang tidak mempertimbangkan aspek penerimaan masyarakat dan lingkungan.

Ia menuturkan protes-protes yang dilontarkan masyarakat terkait aktifitas galian C ini timbul karena tidak terpenuhinya sejumlah aspek tersebut.

“Peristiwa pembakaran dan pengrusakan di Desa Salo Timur tersebut terjadi sebagai buah dari akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap aktifitas galian C dan pemerintah yang tidak tegas”, katanya saat dikonfirmasi, Jumat 9 April 2021.

Riko mengutarakan aktifitas galian C yang ada di Kabupaten Kampar saat ini sudah bisa dikatakan sudah melebihi daya tampung, daya dukung dari lingkungan serta mengesampingkan aspek sosial masyarakat.

Menurutnya setiap aktifitas penambangan pasti akan menyebabkan kerusakan, namun yang disayangkan tiadanya upaya perbaikan setelah aktifitas penambangan dilakukan.

Hal ini diperburuk dengan perizinan yang diberikan tanpa adanya jaminan akan adanya upaya reklamasi dari pengusaha.

“Jika aktifitas penambangan ilegal tentunya akan lebih parah lagi,” ungkapnya.

Riko menuturkan selama ini proyek pembangunan di Riau cukup bergantung pada produksi bahan baku seperti batu dan pasir dari Kabupaten Kampar.

Hal ini juga yang mendorong aktifitas penambangan galian C tumbuh subur di Kabupaten Kampar.

Menurut Riko, pemerintah dalam hal ini tidak tegas dalam menertibkan praktek galian C ilegal di Kabupaten Kampar.

Selain itu izin pertambangan galian C dikeluarkan tanpa mempertimbangkan aspek-aspek seperti penerimaan masyarakat, dampak lingkungan dan lainnya.

Tak jarang ditemui perizinan pertambangan diberikan di Riau khususnya Kampar tanpa melalui adanya kajian mengenai daya tampung dan daya dukung.

Kajian mengenai daya tampung dan daya dukung ini penting dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.

“Seharusnya pemerintah dalam pemberian izin, sebelumnya sudah mempersiapkan kajian mengenai daya tampung dan daya dukung,” ungkapnya.

Dengan demikian, jika pertambangan tersebut menjadi bagian penting dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), eksplorasi dilakukan tetap bisa dilakukan dengan tidak merusak lingkungan dan sosial.

Riko menuturkan Walhi terkait galian C di Kampar mendesak pemerintah untuk melakukan moratorium sambil juga membenahi terkait kajian daya dukung dan daya tampung.

“Dengan langkah ini diharapkan dampak kerusakan lingkungan maupun sosial bisa dikurangi,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan penertiban aktifitas penambangan galian C ilegal saat ini di Kampar sangat mendesak.

“Ini butuh segera dilakukan dalam rangka menghindari kerusakan lingkungan lebih parah lagi dan kejadian protes masyarakat kedepannya,” pungkasnya.**

(Yudha/IK)

Comment