JPU Sebut Ada Fakta Baru Dalam Sidang Bom Molotov di Kampar Riau

oleh -

BERSERIPOS.COM, Kampar – Dua saksi yang meringankan atau A DE CHARGE dihadirkan pada sidang perkara bom molotov di Pengadilan Negeri Bangkinang, Rabu (5/5/2021).

Kedua saksi itu dihadirkan oleh kuasa hukum dari salahsatu terdakwa, Indra Gunawan.

Dalam persidangan itu turut menghadirkan 5 orang terdakwa yakni, Surtimin alias Min, Irwan Jaya alias Iwan, Indra Gunawan alias Indra Lubis dan Keliman Tirta Agung alias Kaliman serta Wismar alias Ucok.

Keterangan para terdakwa dilakukan secara virtual di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang.

Adapun Saksi yang dihadirkan, yakni Hendrizal dan Andi Pasaribu.

Hendrizal merupakan pimpinan perusahaan fidusia yang beroperasi di Pekanbaru, sedangkan Andi Pasaribu merupakan rekan kerja dari terdakwa Indra Gunawan.

Dalam kesaksiannya, Hendrizal mengungkapkan bahwa dirinya mengenal dekat dengan saudara Indra Gunawan.

Indra Gunawan merupakan karyawan dari perusahaan Fidusia yang milik Hendrizal.

Sebagai pimpinan perusahaan, Hendrizal juga mengaku pada tanggal 23 Desember 2021 ia pernah mengeluarkan surat kuasa untuk Indra Gunawan dan Andi Pasaribu. Surat kuasa itu berkaitan dengan hubungan pekerjaan.

Surat diambil pada tanggal 16 Desember 2021.

Rencananya, pada tanggal 23 itu Andi Pasaribu dan Indra Gunawan akan melakukan suatu pekerjaan ke kota dumai.

Sepengetahuan saksi, Indra Gunawan dan Andi Pasaribu berada di kota Dumai. Saksi mengetahui kalau Indra Gunawan melakukan pekerjaan di luar kota, namun hal itu dia ketahui hanya melalui seluler setelah ia menghubungi Indra Gunawan.

“Saya mengetahui Indra Gunawan di Kota Medan,” kata Hendrizal dihadapan Ketua majelis Hakim Ersin SH.,MH.

Ia juga tak mengetahui bahwa Indra Gunawan terlibat dalam aksi bom Molotov yang terjadi di Kabupaten Kampar Riau.

Terpisah, dihadapan hakim, Saksi Andi Pasaribu mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui kalau Indra Gunawan ditangkap oleh pihak Polda Riau.

Penangkapan dilakukan di Kota Medan bukan di kota Dumai.

“Saya tau kalau Indra ditangkap di Kota Medan,” sebut Andi.

Andi juga mengaku tidak mengetahui keterlibatan Indra Gunawan dalam peristiwa bom molotov itu, namun ia mengetahui Indra Gunawan bertemu dengan rombongan terdakwa.

Pertemuan itu dilakukan disalahsatu cafe di pekanbaru, namun Andi tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh rekan kerjanya itu bersama para terdakwa.

“Saya tidak tau apa yang dibicarakan oleh mereka,” ungkapnya di persidangan.

Menanggapi hal itu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kampar, Sabar Gunawan, S.H.,M.H mengungkapkan bahwa ada sejumlah fakta baru dalam persidangan yang menghadirkan dua orang saksi tadi.

Dari keterangan yang diungkapkan oleh salahsatu saksi, kata Dia, saksi mengaku mengetahui tentang proses penangkapan dan peristiwa berkumpulnya terdakwa di suatu tempat disalahsatu cafe di Pekanbaru.

Dalam sidang tersebut juga diketahui bahwa saksi turut serta saat para terdakwa berkumpul dan dijemput di daerah Palas di Pekanbaru.

“Ada fakta baru terkait sidang dalam perkara bom molotov ini,” sebutnya saat dikonfirmasi berseripos.com usai sidang.

Menurutnya, dengan kehadiran kedua saksi tersebut dapat memperjelas tuntutan apa yang akan diberikan kepada kelima terdakwa.

Ia juga mengatakan sidang selanjutkan akan mengagendakan penyampaian tuntutan pidana kepada terdakwa.

“Setelah sidang A DE CHARGE yang dihadirkan oleh pihak penegak hukum ini selanjutkan sidang akan mengagendakan tuntutan pidana terhadap para terdakwa yang dijadwalkan pada minggu depan tanggal 11 Mei 2021,” bebernya.

Diketahui sebelumnya, pada tanggal 28 April 2021 yang lalu, Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang menggelar sidang lanjutan pemeriksaan saksi-saksi dalam perkara dugaan pelemparan molotov di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Riau,

Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan kesaksian dari saksi yang direncanakan hadir dipersidangan yakni Usman Wandi yang merupakan tetangga korban.

Kesaksian dari saksi ini memperkuat bagaimana peristiwa bom molotov ditempat tinggal korban Nurhayati terjadi.

Usman Wandi merupakan saksi mata pada kejadian bom molotov yang menyebabkan satu unit mobil terbakar.

Pada persidangan ini para terdakwa di konfontir terkait peristiwa bom molotov tersebut.

Fakta persidangan, terdakwa Wismar dalam peristiwa bom molotov ini sempat menemui terdakwa Indra Gunawan di Pekanbaru untuk mengutarakan rencana aksi kejahatan yang akan dilakukannya.

Menurut keterangan Wismar, dirinya sudah kenal lama dengan terdakwa Indra Lubis.

Dalam peristiwa bom molotov ini Wismar mengaku mendanai dan merencanakan aksi tersebut. Ia mengaku mampu mendanai aksi tersebut karena bekerja sebagai kontraktor di PTPN V.

Menurutnya, aksi ini dipicu karena merasa rasa sakit hati terhadap korban Nurhayati.

Terdakwa mengaku aksi kejahatan dilakukan untuk memberi efek jera.

“Saya tidak ada niat untuk membunuh korban,” ungkapnya saat sidang secara virtual di persidangan,” ucapnya dihadapan majelis Hakim.

Dalam aksi ini Wismar minta tolong Indra Lubis untuk mencarikan orang untuk melakukan aksinya.

Sementara itu, keterangan Indra Gunawan dirinya turut serta melakukan dan membantu aksi karena wismar minta tolong.

Dirinya juga mengenalkan para terdakwa lainnya yang melakukan aksi kepada Wismar

Ia mengaku kenal terdakwa Wismar di penjara saat beberapa waktu lalu dipenjara.

Sementara itu, tersangka Kaliman mengaku dalam aksi kejahatan tersebut bertindak sebagai yang membeli minyak tanah dan ikut melakukan aksi pelemparan molotov.

Pada aksi ini, diakui terdakwa bahwa ia menerima upah sebesar Rp 22 untuk untik dibagi bersama Sofyan.

Lalu, terdakwa Surtimin yang mengaku sebelum melakukan aksinya sempat bekerja dengan korban, bahwa dirinya ikut serta dalam aksi tersebut karena rasa sakit hati terhadap korban.

Dalam peristiwa bom molotov, Surtimin bertindak sebagai yang memberitahu tempat tinggal korban.

Terdakwa ini mengaku menerina upah Rp 5 juta dari aksi yang dilakukannya.**

(YD)

Comment