5 Terdakwa Kasus Bom Molotov Hadapi Sidang, Otak Pelaku Dituntut 4 Tahun

oleh -
Jaksa Penuntut Umum, Andi Situmorang mengikuti sidang secara Virtual.

BERSERIPOS.COM, Kampar – Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang kembali menggelar sidang perkara Bom Molotov yang terjadi di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (11/5/2021).

Sidang pembacaan tuntutan itu dilaksanakan secara virtual, dimana kelima terdakwa berada di Lapas Bangkinang sedangkan Jaksa Penuntut Umun berada di Kejaksaan Negeri Kampar.

Kelima terdakwa itu yakni, Wismar Susanto alias Ucok, Surtimin alias Min, Irwan Jaya alias Iwan, Indra Gunawan alias Indra Lubis dan Keliman Tirta Agung alias Kaliman.

Dihadapan Majelis Hakim, Ersin, JPU membacakan tuntutan terhadap lima orang terdakwa yang diantaranya sebagai otak pelaku.

Dalam sidang itu Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Wismar Susanto alias Ucok dengan pidana penjara selama 4 tahun.

“Wismar alias Ucok kita tuntut dengan pasal 187 KUHP dengan 4 tahun kurungan. Tuntutan itu kita berikan karena terdakwa diduga sebagai otak pelaku,” kata Kasi Pidum Kejari Kampar, Sabar Gunawan, Selasa 11 Mei 2021.

Sabar menjelaskan tuntutan yang diberikan kepada 4 orang terdakwa lainnya berbeda dengan tuntutan terhadap Wismar.

Kasi Pidum Kejari Kampar, Sabar Gunawan.

Dari fakta persidangan, terungkap sebagian terdakwa ada yang dimintakan tolong oleh terdakwa Wismar untuk mencari orang yang bisa melakukan pelemparan molotov.

Dengan begitu, kata Sabar, Empat orang terdakwa lainnya terbukti melakukan tindak pidana Pasal 187 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Empat terdakwa lainnya kita tuntut 3 tahun penjara. Ke empat terdakwa itu yakni, Indra Gunawan alias Indra Lubis, Surtimin alias Min, Keliman Tirta Agung alias Kaliman, dan Irwan Jaya alias Iwan,” beber mantan Kasubag Bin di Kepulauan Meranti itu.

Ia menjelaskan, dari fakta persidangan kemarin terungkap bahwa dalam peristiwa bom molotov itu terdakwa Wismar mengaku mendanai dan merencanakan aksi tersebut.

Aksi itu dipicu karena terdakwa Wismar merasa rasa sakit hati lantaran pernah diperas oleh korban Nurhayati.

“Terdakwa mengaku aksi kejahatan dilakukan untuk memberi efek jera dan tidak ada niat untuk membunuh,” beber Sabar.

Sabar mengatakan, setelah dibacakan amar tuntutan, sidang akan dilanjutkan dengan agenda penyampaian nota pembelaan dari para terdakwa.

“Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan pledio. Sidang akan digelar Senin depan 17 Mei 2021,” terangnya.**

 

(YD)

Comment