Perkara Bom Molotov di Kampar, JPU Akan Uraikan Kembali Fakta-fakta Persidangan

oleh -

BERSERIPOS.COM, Kampar – Emi Aprijon SH, Penasehat Hukum terdakwa Indra Gunawan meminta agar Majelis Hakim mengabulkan nota pembelaannya untuk membebaskan kliennya dalam perkara dugaan pelemparan bom molotov yang terjadi di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Riau.

Ia berpendapat tuntutan selama 3 tahun yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kepada terdakwa tidaklah berdasar.

“Fakta-fakta persidangan dan keterangan saksi saksi tidak ada yang menyatakan dan membenarkan bahwa terdakwa Indra Gunawan terlibat secara langsung dengan bom molotov, bahkan yang terdakwa ketahui adalah membakar sepeda motor,” kata Penasehat Hukum, Emi membacakan nota pembelaan dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Ersin, Senin 17 Mei 2021.

Dalam sidang yang digelar secara online itu Emi juga memaparkan sejumlah hal yang dapat meringankan terdakwa Indra Gunawan alias Indra Lubis.

Menurutnya, selama ini terdakwa Indra Lubis bersikap sopan dalam persidangan, Apalagi terdakwa belum pernah dihukum sama sekali.

Selaku Kuasa Hukum dalam perkara ini, kata Emi, ia meminta kepada majelis hakim yang memeriksa perkara a quo dengan pertimbangan kemanusiaan.

“Terdakwa sebagai tulang punggung dalam keluarganya, untuk itu saya meminta agar majelis yang mulia agar dapat membebaskan terdakwa dari segala tuntutan,” bebernya.

Terpisah, menanggapi hal itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kampar, Sabar Gunawan,.SH.MH mengaku bahwa pihaknya sudah membaca pledoi yang disampaikan oleh kuasa hukum terdawa Indra Gunawan.

Dalam salahsatu pledoi itu, kata Sabar, menyatakan bahwa terdakwa Indra Gunawan berada di kota Dumai berdasarkan keterangan pimpinan tempat terdakwa bekerja, Namun dalam sidang sebelumnya terungkap bahwa terdakwa Indra Gunawan berada di Kota Pekanbaru. Hal itu diakui oleh saksi A DE CHARGE pada persidangan yang lalu.

“Mereka tidak pergi kesana, melainkan berada ke Pekanbaru dan ada berjumpa dengan terdakwa lainnya,” kata Sabar membeberkan hasil persidangan.

Berdasarkan hasil pledoi tersebut, Sabar menegaskan akan menjawabnya secara tertulis dan akan dibacakan dalam persidangan selanjutnya pada selasa besok, Selasa 18 Mei 2021

“Kita akan jawab secara tertulis besok, kita akan menguraikan kembali fakta fakta yang ada di persidangan,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, dalam sidang yang digelar pada Selasa (11/5/2021) yang lalu, Jaksa Penuntut umum menuntut terdakwa Wismar Susanto alias Ucok dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Tuntutan yang berikan itu diberikan lantaran terdakwa Wiswar diduga sebagai otak pelaku.

Sementara itu, 4 terdakwa lainya yakni, Surtimin alias Min, Irwan Jaya alias Iwan, Indra Gunawan alias Indra Lubis dan Keliman Tirta Agung alias Kaliman dituntut 3 tahun.

Dari fakta persidangan, terungkap sebagian terdakwa ada yang dimintakan tolong oleh terdakwa Wismar untuk mencari orang yang bisa melakukan pelemparan molotov.

Dengan begitu, Empat orang terdakwa lainnya terbukti melakukan tindak pidana Pasal 187 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.**

(YD)

Comment