Enam Narapidana di Lapas Bangkinang Dapat Remisi Hari Raya Waisak

oleh -
Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno Memimpin Apel Pagi.

BERSERIPOS.COM, Kampar – Emam narapidana khusus beragama Buddha di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang menerima pemotongan masa hukuman (remisi) Hari Raya Waisak yang jatuh pada tanggal 26 Mei 2021.

Remisi yang diberikan sesuai dengan persyaratan dan disetujui Kementerian Hukum dan HAM.

“Pada hari ini kita berikan remisi kepada narapidana yang beragama buddha di Lapas Bangkinang. Remisi hanya diberikan kepada 6 orang saja,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno kepada berseripos.com usai menggelar apel, 26 Mei 2021.

Ia mengatakan remisi khusus diberikan kepada narapidana yang telah melalui syarat yang sudah ditentukan, baik itu syarat adminitrasi maupun substantif.

Syarat-syarat tersebut menjadi acuan pihak Lapas untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapat remisi dihari raya Waisak.

“Sesuai dengan syarat bahwa yang bersangkutan harus berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan selama di dalam Lapas Bangkinang serta harus memenuhi syarat adminitrasi maupun substantif, baru bisa kita berikan,” bebernya.

Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno Beserta Jajaran Foto Bersama dengan Keenam Narapidana Yang Mendapat Remisi.

Menurut Sutarno, pemberian remisi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi wargabinaan yang ada di lingkungan Lapas Bangkinang, sehingga diharapkan seluruh wargabinaan dapat berkelakuan baik dalam Lapas.

“Berkelakukan baik itu penting. Ini merupakan bentuk persiapan diri untuk kembai ke masyarakat,” bebernya.

Sutarno juga menjelaskan, pembagian remisi kepada 6 narapidana juga terbagi menjadi berapa kategori. Ada pengurangan masa hukuman yang mendapatkan 2 Bulan, Ada 1 setengah Bulan hingga ada yang mendapat 1 Bulan saja.

“Remisi diberikan merupakan suatu bentuk bahwa negara hadir dengan memberikan penghargaan kepada wargabinaan yang berkelakuan baik, ini merupakan hak bagi wargabinaan yang beragama Buddha,” paparnya.

Sutarno tak menampik dalam moment perayaan hari raya Waisak jauh berbeda dengan yang dulu, sebab dimasa pandemi seluruh wargabinaan tidak bisa dikunjungi oleh pihak keluarganya. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Mengsiasati hal tersebut, pihaknya saat ini menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi, setiap wargaabinaan dapat berkomuniasi dengan pihak keluarga maupun sanak family.

“Kita berikan komunikasi video call serta layanan penitipan barang. Mereka tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya walaupun di dalam Lapas Bangkinang. Tentunya dengan control yang ketat oleh pihak Lapas Bangkinang,” tukasnya.**

(YD)

Comment