Selalu Ada Status DPO Dibalik Kasus Minerba Di Kampar Riau

oleh -
Ilustrasi Foto Pertambangan (iStockphoto)

BERSERIPOS.COM, Kampar – Praktik pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) tanpa izin rupanya masih marak terjadi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Banyaknya sejumlah pekerja tambang yang berurusan dengan pihak penegak hukum membuktikan bahwa praktik penambangan material Ilegal masih merajalela di wilayah yang berjuluk serambi mekah Provinsi Riau.

Dari data yang dihimpun, dalam bulan ini saja pihak Kepolisian sudah berhasil menangkap sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam penambangan matrial yang diduga tanpa izin.

Ironisnya, dari sejumlah pelaku yang ditangkap, tak seorang pun ada pemilik pertambangan material ilegal itu.

Tercatat, pada Kamis 20 Mei 2021 yang lalu pihak Kejaksan Negeri Kampar telah menerima pelimpahan berkas perkara pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) dari Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Kejaksaan Tinggi Riau.

Jaksa, Andi Situmorang, menerima berkas Perkara dari Kejati Riau (Berseripos.com)

Penambangan tanpa izin itu berada di daerah aliran sungai Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam perkara tersebut, pihak Polda Riau menyerahkan dua orang tersangka yakni Maliansyah dan Defa Handoko, namun pemilik masih dalam status DPO.

Penyidik juga turut menyerahkan satu unit alat berat Ekskavator yang sudah diamankan sebelumnya.

Dari keterangan Kajari Kampar, Arif Budiman melalui Jaksa Fungsional, Andi Situmorang, proses penangkapan yang dilakukan oleh Polda Riau tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar, sehingga tim bergerak langsung ke lokasi untuk mengamanakan kedua pelaku beserta barang buktinya.

Penetapan status DPO juga terjadi pada aktivitas pertambangan di Desa Batu Belah, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau.

Jaksa, Dedy Iwan Bidiono, menerima berkas Perkara dari Polres Kampar (Berseripos.com)

Pihak Polres Kampar menetapkan status DPO pada pemilik galian C yang diketahui berinisial SH.

Nama SH disebut sebut oleh tersangka DA sebagai pemilik galian C di tempat ia bekerja.

Redaksi mencatat, berkas perkara pertambangan Mineral dan Batu Bara yang ditangani oleh pihak Polres Kampar berada di Desa Batu Belah, Kecamatan Bangkinang.

Pihak penyidik menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kampar dengan menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni DA alias Idef.

Dengan mengenakan kaos bewarna coklat DA tertunduk saat memasuki ruangan ruang Jaksa.

DA mengakui bahwa dirinya hanya sebagai pekerja operator alat berat, sedangkan pemilik masih berstatus DPO.

“Sampai saat ini kita hanya masih menerima satu orang sebagai terdakwa, dimana menurut pengakuan terdawa masih ada keterlibatan yang lain, jika penyidik sudah menetapkan status DPO, penyidik akan melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan,” kata Kasi Pidum Kejari Kampar, Sabar Gunawan, Kamis 27 Mei 2021.**

(YD)

Comment