Babak Baru, Berkas Perkara Pupuk Oplosan di Kampar Sudah Sampai ke Kejaksaan

oleh -
Barang Bukti Pupuk Oplasan di Kampar Diserahkan Ke Kejaksaan Negeri Kampar.

BERSERIPOS.COM, Kampar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar menerima pelimpahan perkara pupuk dalam karung polos (Tanpa Merek) atau oplosan dari Polda Riau melalui Kejaksaan Tinggi Riau, Rabu (23/6/2021).

Penyerahan tersangka dan barang bukti langsung diserahkan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Riau yang didampingi oleh pihak penyidik Polda Riau.

Dalam kasus itu pihak Kejati Riau menyerahkan sejumlah barang bukti serta seorang tersangka yang sebelumnya sudah diamankan oleh pihak Kepolisian.

“Ada sejumlah barang bukti turut diserahkan, yakni, 55 sak Pupuk KCL yang telah diganti karungnya dengan merk Mahkota 50 Kg, 135 sak pupuk TSP yang telah diganti karungnya dengan merk Mahkota 50 Kg, 25 Sak pupuk NPK yang telah diganti karungnya dengan merk Mahkota 50 Kg, 90 sak pupuk TSP karung Polos 50 Kg, 1 unit mobil Mitbsubishi L300 serta sejumlah barang bukti lainnya. Barang bukti tersebut kita amankan dulu,” kata Kajari Kampar, Arief Budiman melalui Kasi Pidum, Sabar Gunawan pada berseripos.com, 23 Juni 2021.

Dalam perkara itu pihak Kejati Riau juga menyerahkan seorang tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana di bidang sistem budi daya pertanian berkelanjutan dan/atau perlindungan konsumen.

“Tersangkanya ialah Suyetno alias Angga, Alias Lelek. Ia diduga telah mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar atau tidak berlabel. diduga pupuk tersebut oplosan,” beber pria yang pernah mejabat sebagai Kasubagbin Kepulauan Meranti.

Dari berkas perkara yang diterima, terungkapnya kasus tersebut pada saat pihak Kepolisian melakukan pengecekan disalah satu unit ruko di Jalan Imam Bonjol RT/RW 003/001 Kelurahan Bukit Payung Kecamatan Bangkinang Seberang Kabupaten Kampar.

Dari hasil pengecekan ditemukan adanya pupuk dalam karung polos (tanpa merek) ukuran @50 kg dan pupuk yang telah diganti dari karung polos ukuran @50 kg ke dalam karung pupuk merk Mahkota dg jenis KCL, TSP, dan NPK ukuran @50 kg.

“Tersangka tak bisa mengelak lantaran pihak Kepolisian menemukan sejumlah barang bukti di lokasi. Tersangka terpaksa diamankan oleh pihak Kepolisian karena diduga telah melangar pasal 62 ayat (1) undang undang nomor 8 tahun 1999,” sebut Sabar.

Setelah melakukan Tahap II ini, Sambung Dia, pihaknya juga akan menyerahkan terdakwa ke Polres Kampar, hal itu dilakukan sembari menunggu proses persidangan.

“Tetap kita serahkan ke Polres, kemudian nanti kita limpahkan ke persidangan lalu kita akan lakukan Rapid Test setelah itu baru kita serahkan ke Lapas Kelas IIA Bangkinang,” jelas Sabar menguraikan.**

 

(YD)

Comment