Lapas Bangkinang Sosialisasi Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021 dan Hak Kewajiban dan Larangan WBP

oleh -

BERSERIPOS.COM, Kampar – Didampingi pejabat Struktural, Kepala Lembaga  Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang, Sutarno memberikan sosialisasi mengenai Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 24 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Permenkumham No. 32 Tahun 2020 tentang syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana serta Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid 19, Selasa (6/7/2021).

Pada kesempatan ini Kalapas juga menjelaskan secara persuasif mengenai larangan pemakaian alat komunikasi secara ilegal (HP) dan narkoba.

“Pada intinya semua narapidana berhak untuk mendapatkan asimilasi rumah dan integrasi dalam rangka pencegahan Covid-19 tahun 2021. Namun harus dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Sutarno saat diwawancara Berseripos.com, Rabu 7 Juli 2021.

Terkait dengan hak berinteraksi, kata Dia, warga binaan permasyarakatan dapat memanfaatkan sarana wartelsuspas yang telah tersedia oleh Lapas, hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah dan mendeteksi secara dini pada gangguan kemanan dan ketertiban sehingga tidak terjadi berita-berita negatif tentang peredaran Handphone serta penyalahgunaan narkoba khususnya di Lapas Kelas IIA Bangkinang.

“Ini kita lakukan dalam rangka pencegahan hingga hal – hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” beber Sutarno.

Mengenai cara mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Lapas, Sutarno memaparkan agar seluruh wargabinaan agar dapat menjaga kebersihan lingkungan termasuk kamar.

Menurutnya, kebersihan merupakan hal terpenting yang mesti dilakukan, baik itu warga binaan maupun seluruh petugas yang ada di Lapas Bangkinang.

“Selain menerapkan protokol kesehatan, kebersihan juga kita jaga bersama termasuk kamar hunian,” kata Dia.

Sutarno menyebutkan pada sosialisasi yang digelar itu pihaknya juga berhasil mengumpulkan sejumlah alat komunikasi yang dimiliki oleh wargabinaan. Sejumlah alat komunikasi itu langsung dimusnakan hari itu juga.

“Ada sejumlah HP yang diserahkan oleh warga binaan kepada petugas. Alat komunikasi yang dilarang itu langsung kita musnahkan,” jelas Sutarno memungkasi.** (YD)





Comment