Prosedur Pengambilan BB di Kejari Kampar Dipermudah, Bisa Door to Door

oleh -

BERSERIPOS.COM, Kampar – Sebagai salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, Kejaksaan Negeri Kampar membuat terobosan baru dalam penuntasan perkara hukum, termasuk tentang prosedur pengambilan barang bukti yang ada di Kejaksaan.

Saat ini trobosan itu dilakukan secara door to door untuk mengembalikan barang bukti perkara yang sudah menumpuk. Baik itu barang bukti milik terpidana maupun korban kejahatan.

“Kita memang sudah mempunyai program door to door. Dimana nanti setelah ada kekuatan hukum yang tetap atau inkrah kita dari pihak Kejaksaan dapat memfasiliasi agar barang bukti ini dapat diambil atau diserahkan sesuai dengan mekanisme yang sudah ditentukan,” ujar Kajari Kampar, Arief Budiman Melalui Kasi Barang Bukti dan Rampasan, Budi Setia Mulya, saat diwawancara berseripos.com diruangan kerjanya, Senin 19 Juli 2021.

Budi mengatakan, dalam prosedur pengambilan barang bukti itu masyarakat sangatlah dipermudah.

Dengan menghubungi kontak layanan yang sudah disediakan oleh pihak Kejari Kampar, masyarakat dapat mendaftar dan dapat menunggu dirumah tanpa harus datang ke Kantor Kejaksaan. Hal itu juga salah satu langkah efektif dalam melaksanakan tugas dimasa pandemi.

“Nomor kontak layanan sudah kita sediakan dengan nomor +62 821-7237-6800. Bisa juga dengan menggunakan WhatsApp untuk mengetahui alamat lengkap. Yang penting administrasi seperti surat-surat harus ada sebagai bukti kepemilikan,” bebernya.

Mantan Kasubsi penuntutan ini juga mengungkapkan bahwa prosedur pengambilan barang bukti perlu disosialisasikan ke masyarakat luas.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengira jika kendaraan atau barang apapun yang menjadi barang bukti tidak bisa diambil. Padahal, kata dia, semua barang bukti berwujud bisa diambil oleh pemiliknya, kecuali barang bukti itu merupakan uang hasil curian yang digunakan untuk berbelanja, membeli perlatan atau semacamnya.

“Mungkin banyak masyarakat yang belum tau, ini juga penting disosialisasikan, khususnya di wilayah Kabupaten Kampar,” jelas Budi.** (Yudha)

Comment