Jaksa Terima Tahap II Perkara Pemalsuan Surat Swab Antigen, Para Saksi Akan Dihadirkan Dalam Persidangan

oleh -

BERSERIPOS.COM, Kampar – Seorang pria Warga Kabupaten Kampar, Riau berinisal AP yang diduga melakukan pemalsuan dokumen surat keterangan hasil test Swab Antigen Covid-19 saat ini telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar.

AP ditangkap oleh pihak Kepolisian lantaran diduga telah melakukan pemalsuan dokumen berupa surat keterangan hasil bebas covid-19 untuk dijual serta dipergunakan sebagai syarat penerbangan.

“Dalam perkara ini kita telah menerima tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan tersangka) dari Polda melalui Kejati Riau dengan perkara pemalsuan Swab Antigen, dimana terdakwa bisa mengeluarkan surat dengan hasil negatif tanpa harus melakukan proses pemeriksaan medis.,” ujar Kajari Kampar, Arief Budiman melalui Kasi Pidum, Sabar Gunawan, Kamis 29 Juli 2021.

Sabar mengatakan, perbuatan AP terungkap oleh pihak Kepolisian lantaran salah seorang penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang ketahuan menggunakan surat hasil swab antigen palsu.

AP menjual surat tersebut dengan harga yang bervariasi.

“Pelaku menjual satu lembar surat hasil swab antigen palsu dengan harga Rp 100.000 hingga Rp 200.000 persuratnya. Surat itu dipergunakan seolah-olah asli,” terangnya.

Dari pengakuan AP, kata Sabar, surat keterangan hasil bebas covid-19 itu dibuatnya berdasarkan Kop surat dari salahsatu Rumah Sakit di kota Pekanbaru. Dimana Kop surat yang dibuatnya itu diambil secara ilegal tanpa sepengetahuan pihak Rumah Sakit.

Sabar juga mengatakan tersangka sudah mengakui perbuatannya usai menjalani pemeriksaan pada saat dilakukannya tahap II.

Dari keterangan tersangka, perbuatan pidana itu murni dilakukan sendiri dengan cara memalsukan surat keterangan negatif covid dan memakai Kop surat dari salahsatu Rumah Sakit.

Sabar juga meyakini ada sejumlah pihak yang terlibat dalam memuluskan aksi terdakwa.

Ia menduga untuk menjalankan aksi itu terdakwa tidak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa melibatkan orang lain untuk menggunakan surat palsu yang sudah diterbitkan.

“Nanti setelah tahap II ini kita akan melakukan pemeriksaan para saksi di muka persidangan. Nanti juga akan nampak terang keterlibatan terdakwa dan siapa-siapa saja yang membantu dalam perbuatan dari terdakwa tersebut,” jelasnya.

Sekedar informasi, sebelumnya pihak Polresta Pekanbaru di Provinsi Riau mengungkap kasus pemalsuan surat bebas Covid-19.

Seorang pria berinisial AP diamankan polisi dan kasusnya kini dilimpahkan ke Mapolda Riau.

Pelaku diketahui telah membuat 1.252 surat swab antigen palsu selama tiga bulan terakhir. Adapun harga yang ditentukan seharga Rp 100.000 hingga Rp 200.000 untuk satu lembarnya.

Pelaku ditangkap di kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Kepada polisi pelaku sudah beraksi selama tiga bulan. Pelaku mencari calon penumpang pesawat yang belum memiliki surat bebas Covid-19, sebagai syarat penerbangan.** (Yudha)

Comment